Hubungan antara Emotional Clarity dengan Toxic Positivity pada Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang

Maharani, Aulia (2026) Hubungan antara Emotional Clarity dengan Toxic Positivity pada Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Halaman awal)
Halaman awal.pdf - Published Version

Download (787kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (342kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version

Download (491kB)
[img] Text (BAB V - Daftar Pustaka)
BAB V - Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (311kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kategorisasi emotional clarity dan toxic positivity serta menguji hubungan antara emotional clarity dan toxic positivity pada mahasiswa Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian berjumlah 13.508 mahasiswa aktif S1 Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang tahun akademik 2025/2026. Sampel penelitian berjumlah 345 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Data dikumpulkan secara daring dan luring menggunakan Skala Emotional Clarity yang diadaptasi dan dimodifikasi oleh Nabegha (2024) dari TMMS-24 (Trait Meta-Mood Scale-24) oleh Fernandez-Berrocal dkk (2004), berdasarkan konsep emotional clarity dalam kerangka Trait Meta-Mood Scale yang disusun oleh Salovey dkk (1995), serta Skala Toxic Positivity yang disusun oleh Sinaga dkk (2025) dengan mengacu pada aspek-aspek toxic positivity dari Jindal dkk (2022). Data dianalisis menggunakan korelasi Spearman’s rho dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emotional clarity berada pada kategori tinggi sebesar 55,4%, sedangkan toxic positivity berada pada kategori tinggi sebesar 60,9%. Hasil uji hipotesis memperoleh koefisien korelasi sebesar -0,140 dengan nilai p = 0,009 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan dengan tingkat hubungan yang lemah. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa yang memiliki kemampuan lebih baik dalam mengenali dan memahami emosinya cenderung menunjukkan tingkat toxic positivity yang lebih rendah, yang ditandai dengan rendahnya kecenderungan untuk menyembunyikan emosi, mengabaikan emosi negatif, atau memaksakan sikap positif. Sebaliknya, mahasiswa dengan kemampuan mengenali dan memahami emosi yang lebih rendah cenderung menunjukkan tingkat toxic positivity yang lebih tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara emotional clarity dan toxic positivity pada mahasiswa Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang dengan tingkat hubungan yang lemah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Emotional Clarity, Toxic Positivity
Subjects: Tajuk Subjek > 100 Filsafat dan Psikologi > 150 Psikologi > Emosi dan Perasaan
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Psikologi Islam
Depositing User: Ruang Baca FUSA
Date Deposited: 27 Sep 2026 11:07
Last Modified: 27 Sep 2026 11:07
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/35105

Actions (login required)

View Item View Item