Wahyuni, Resi (2026) Kepemilikan Hak Cipta Karya Desain Ghibli yang Dihasilkan oleh Kecerdasan Buatan Perspektif Hukum Ekonomi Syariah. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover sampai Daftar Isi)
Cover (1).pdf - Published Version Download (487kB) |
|
|
Text (Bab 1)
BAB 1.pdf - Published Version Download (356kB) |
|
|
Text (BAB 3)
BAB 3.pdf - Published Version Download (464kB) |
|
|
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf - Published Version Download (255kB) |
|
|
Text (Skripsi Full)
Skripsi Resi Wahyuni 2213040167 hes 2026 full.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (949kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang melahirkan tren ilustrasi digital bergaya Studio Ghibli, dikenal sebagai giblifikasi sehingga menimbulkan persoalan mengenai kepemilikan hak cipta atas karya desain Ghibli yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) mengingat perbedaan mendasar antara penciptaan oleh manusia dan mesin. Pertanyaan penelitian skripsi ini: Pertama, bagaimana konsep kepemilikan dalam Hukum Ekonomi Syari’ah pada karya desain Ghibli yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan? Kedua, bagaimana prinsip-prinsip keadilan ('adalah) dan kemaslahatan (maslahah) dalam mempertimbangkan penentuan kepemilikan hak cipta atas karya desain Ghibli yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan?Metode penelitian ini adalah library research dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode analisis isi (content analysis). Teknik pengumpulan data diperoleh melalui studi kepustakaan, yaitu berupa data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, karya desain bergaya Studio Ghibli dalam perspektif hukum ekonomi syariah tergolong milk al-fikri milik individu, mencakup hak moral dan hak ekonomi. Produksi tanpa izin dari AI melanggar prinsip syariah dan termasuk akl al-māl bi al-bāṭil sebagaimana dilarang dalam Al-Qur’an. Kedua, prinsip ‘adālahmenuntut penghormatan hak cipta agar pemilik tidak dirugikan, sedangkan maṣlaḥah menekankan terciptanya manfaat. Penggunaan AI yang meniru desain Ghibli tanpa izin menyalahi kedua prinsip tersebut karena menimbulkan mudarat dengan mengurangi orisinalitas dan melemahkan perlindungan hak cipta. Implikasinya adalah perlu adanya penegasan perlindungan hak cipta karya AI melalui akad sah seperti lisensi atau kerja sama, demi keadilan dan kemaslahatan. Hukum Islam dan kebijakan nasional perlu diperkuat untuk menghadapi tantangan hak cipta di era digital.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hak cipta, kecerdasan buatan, karya desain, hukum ekonomi syariah |
| Subjects: | Tajuk Subjek > Agama Islam > Fiqih > Muamalah Tajuk Subjek > 300 Ilmu Sosial > Ilmu Hukum |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syari'ah |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 02:58 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 02:58 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/32811 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
