Idallah, Rossi Zetria (2026) Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis Hasil Tes STIFIn Pada Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VII SMP IT Madani Payakumbuh. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Full Text)
Rossi Zetria Idallah_NIM.2214010108_Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (9MB) |
|
|
Text (Cover-Daftar Isi)
Rossi Zetria Idallah_NIM.2214010108_Cover-Daftar Isi.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
Rossi Zetria Idallah_NIM.2214010108_Full Text - BAB I.pdf - Published Version Download (506kB) |
|
|
Text (BAB III)
Rossi Zetria Idallah_NIM.2214010108_BAB III.pdf - Published Version Download (461kB) |
|
|
Text (BAB V-Daftar Pustaka)
Rossi Zetria Idallah_NIM.2214010108_BAB V-Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (465kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembelajaran berdiferensiasi dalam konteks sekolah inklusi yang memiliki keberagaman karakter, kemampuan akademik, gaya belajar, serta kebutuhan khusus peserta didik. SMP IT Madani Islamic School Payakumbuh menerapkan tes STIFIn sebagai instrumen pemetaan karakter peserta didik sejak awal masuk sekolah. STIFIn merupakan metode pemetaan potensi dan kecenderungan karakter individu berdasarkan dominasi sistem kerja otak yang mengklasifikasikan individu ke dalam lima mesin kecerdasan utama, yaitu Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, dan Instinct. Pemetaan ini digunakan untuk memahami kecenderungan gaya belajar, cara menerima dan mengolah informasi, serta karakter dasar peserta didik sebagai landasan penyusunan strategi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pemanfaatan hasil tes STIFIn dalam perencanaan diferensiasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti pada kelas VII sekolah inklusi; (2) menganalisis implementasi hasil tes STIFIn dalam diferensiasi metode, media, dan evaluasi pembelajaran; serta (3) mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasi hasil tes STIFIn dalam pembelajaran PAI dan Budi Pekerti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Subjek penelitian terdiri atas guru PAI dan Budi Pekerti, wakil kepala bidang kurikulum, serta peserta didik kelas VII. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan tes STIFIn telah menjadi bagian integral dari sistem pendidikan sekolah sejak tahun ajaran 2019/2020. Seluruh peserta didik baru diwajibkan mengikuti tes STIFIn sebagai bentuk asesmen awal sebelum proses pembelajaran berlangsung. Hasil tes tersebut didokumentasikan secara sistematis dan dicantumkan dalam daftar kelas sehingga dapat diakses dan digunakan oleh guru sebagai rujukan aktif dalam menyusun perencanaan pembelajaran. Dalam tahap perencanaan, guru PAI dan Budi Pekerti memanfaatkan data STIFIn untuk mengidentifikasi kecenderungan karakter belajar peserta didik dan menyesuaikannya dengan strategi diferensiasi yang akan diterapkan. Pada tahap implementasi, diferensiasi pembelajaran terlihat dalam variasi metode yang digunakan. Peserta didik dengan kecenderungan Sensing lebih diarahkan pada praktik ibadah, simulasi, dan pembelajaran konkret, sedangkan peserta didik dengan kecenderungan Thinking difasilitasi melalui diskusi analitis, penalaran logis, dan penugasan berbasis argumentasi. Peserta didik dengan kecenderungan Feeling lebih dilibatkan dalam kegiatan refleksi nilai dan diskusi empatik, sementara tipe Intuiting diberikan ruang untuk eksplorasi ide dan pengembangan gagasan kreatif. Adapun tipe Instinct cenderung diarahkan pada kegiatan kolaboratif dan responsif terhadap dinamika kelas. Selain diferensiasi metode, guru juga melakukan penyesuaian media pembelajaran melalui penggunaan demonstrasi, praktik langsung, media visual, serta kegiatan berbasis proyek sederhana. Evaluasi pembelajaran tidak hanya dilakukan melalui tes tertulis, tetapi juga melalui penilaian praktik, observasi sikap, dan penilaian partisipasi, sehingga mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara terpadu. Faktor pendukung implementasi meliputi kebijakan sekolah yang menjadikan STIFIn sebagai sistem resmi pemetaan karakter, pelatihan terstruktur melalui program Teacher Akademis, forum diskusi rutin antar guru, dukungan biro psikologi dalam interpretasi hasil tes, serta komitmen manajemen sekolah dalam mengintegrasikan STIFIn ke dalam praktik pembelajaran. Sementara itu, faktor penghambat meliputi belum meratanya pemahaman guru terhadap konsep dan implementasi STIFIn secara mendalam, keterbatasan waktu dalam mengelola diferensiasi pada kelas yang heterogen, serta kompleksitas kebutuhan belajar peserta didik dalam konteks sekolah inklusi. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa hasil tes STIFIn memberikan kontribusi signifikan dalam mendukung pembelajaran PAI dan Budi Pekerti yang lebih adaptif, responsif, dan inklusif. Pemanfaatan data karakter peserta didik secara sistematis membantu guru menghindari pendekatan pembelajaran yang seragam serta mendorong terciptanya proses pembelajaran yang lebih bermakna dan sesuai dengan kebutuhan individual peserta didik
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | STIFIn, pembelajaran berdiferensiasi, Pendidikan Agama Islam, sekolah inklusi, karakter peserta didik. |
| Subjects: | Tajuk Subjek > 300 Ilmu Sosial > Pendidikan |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FTK |
| Date Deposited: | 27 Feb 2026 01:45 |
| Last Modified: | 27 Feb 2026 01:45 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/31612 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
