Qiftia, Maryathul (2026) Inisiatif Penambahan Biaya Dalam Usaha Vouvher Internet Perseptif Prinsip-prinsip Muamalah (Studi Kasus di Nagari Salido Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover-Daftar Isi)
COVER.pdf - Published Version Download (913kB) |
|
|
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf - Published Version Download (910kB) |
|
|
Text (BAB 3)
BAB 3.pdf - Published Version Download (607kB) |
|
|
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf - Published Version Download (503kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
MARYATHUL QIFTIA-2213040124.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi adanya praktik inisiatif penambahan biaya yang dilakukan karyawan konter dalam pengantaran voucher internet tanpa persetujuan pemilik usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik inisiatif penambahan biaya pengantaran voucher internet tersebut berdasarkan prinsip-prinsip muamalah Islam, khususnya prinsip ridha, amanah, transparansi, dan keadilan. Adapun pertanyaan penelitian ini adalah: 1) Bagaimana praktik penambahan biaya pengantaran voucher internet yang dilakukan oleh karyawan pada usaha konter di Nagari Salido? 2) Apa faktor- faktor yang melatarbelakangi karyawan menambahkan upah pengantaran voucher internet, serta bagaimana pandangan pemilik usaha dan konsumen terhadap praktik tersebut? 3) Bagaimana praktik penambahan biaya pengantaran tersebut ditinjau berdasarkan prinsip-prinsip muamalah Islam, khususnya prinsip ridha, amanah, transparansi, dan keadilan?. Metode yang digunakan berdasarkan cara mendapatkan data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan penelitian hukum empiris dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara induktif. Hasil penelitian menyatakan bahwa: 1) Praktik inisiatif penambahan biaya dalam usaha voucher internet di Nagari Salido dilakukan oleh karyawan konter atas dasar inisiatif pribadi tanpa adanya kesepakatan atau persetujuan dari pemilik usaha. Praktik ini umumnya terjadi pada layanan pengantaran voucher kepada konsumen, baik melalui sistem cash on delivery (COD) maupun pengantaran langsung ke lokasi pembeli 2) Faktor yang melatarbelakangi karyawan melakukan inisiatif penambahan biaya antara lain untuk memperoleh tambahan penghasilan di luar gaji yang diterima, menutupi biaya operasional pribadi seperti bensin dan tenaga, serta adanya keterbukaan kepada konsumen mengenai biaya pengantaran. Selain itu, tidak adanya aturan internal yang jelas dari pemilik usaha turut mendorong terjadinya praktik tersebut. 3) Praktik penambahan biaya oleh karyawan konter voucher internet di Nagari Salido hanya sebagian sesuai prinsip muamalah, terutama dari sisi ridha dan transparansi terhadap konsumen. Namun, dari sisi amanah dan keadilan, praktik ini menimbulkan pelanggaran karena pendapatan pemilik usaha tidak dicatat dan digunakan secara pribadi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Penambahan biaya, , Prinsip muamalah Islam, Nagari Salido |
| Subjects: | Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) > Mu'amalah Agama Islam > Sosial dan Budaya Islam > Ekonomi Islam, Sistem Ekonomi Islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syari'ah |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 23 Feb 2026 02:08 |
| Last Modified: | 25 Feb 2026 01:13 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/31432 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
