Azzahra, Anastasya (2026) Peran regulasi emosi sebagai variabel moderator dalam hubungan Academic Burnout pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
|
Text (COVER)
Cover.pdf - Published Version Download (503kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (257kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (386kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version Download (293kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
SKRIPSI FULLTEXT.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Mahasiswa yang menyusun skripsi menghadapi tuntutan berlapis dari lingkungan kampus, orang tua, teman, dan diri sendiri, sehingga rentan mengalami academic burnout, yaitu kelelahan, sikap sinis terhadap tugas akademik, dan menurunnya keyakinan terhadap kemampuan diri. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan faktor psikologis, di antaranya perfeksionisme dan regulasi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perfeksionisme dengan academic burnout serta menguji peran regulasi emosi sebagai moderator dalam hubungan tersebut pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi. Kerangka Job Demands-Resources digunakan untuk menjelaskan hubungan ketiga variabel tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional dan desain moderasi. Sampel berjumlah 320 mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang yang ditentukan menggunakan tabel Isaac dan Michael dengan tingkat kesalahan 5% melalui teknik random sampling. Data dikumpulkan menggunakan tiga skala psikologi berformat Likert, yaitu skala academic burnout yang mengacu pada Maslach Burnout Inventory–Student Survey, skala perfeksionisme yang mengacu pada teori Hewitt dan Flett, dan skala regulasi emosi yang mengacu pada Gross dan John. Seluruh skala diuji validitasnya melalui expert judgment dan uji coba serta diuji reliabilitasnya menggunakan Cronbach's Alpha, kemudian data dianalisis menggunakan PLS-SEM dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perfeksionisme memiliki hubungan positif dan signifikan dengan academic burnout (O = 0,486; T = 11,088; P = 0,000). Regulasi emosi memiliki hubungan negatif dan signifikan dengan academic burnout (O = −0,316; T = 7,203; P = 0,000). Selain itu, interaksi perfeksionisme dan regulasi emosi juga memiliki hubungan negatif dan signifikan dengan academic burnout (O = −0,323; T = 8,415; P = 0,000). Dengan demikian, regulasi emosi terbukti berperan sebagai moderator yang memperlemah hubungan perfeksionisme dengan academic burnout. Artinya, semakin baik kemampuan mahasiswa meregulasi emosi, semakin lemah keterkaitan perfeksionisme dengan kecenderungan mengalami academic burnout. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan regulasi emosi sebagai upaya mencegah academic burnout dan dapat menjadi dasar program pendampingan bagi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perfeksionisme, Academic Burnout, Regulasi Emosi |
| Subjects: | U Umum (General) > Psikologi |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Psikologi Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 27 Sep 2026 14:05 |
| Last Modified: | 27 Sep 2026 14:05 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/35172 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
