Sejarah dan Tradisi Maisi Sasuduik di Nagari Sarilamak Harau 50 Kota (1985–2025)

Lathifunisa, Zahra (2026) Sejarah dan Tradisi Maisi Sasuduik di Nagari Sarilamak Harau 50 Kota (1985–2025). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover-Daftar Isi)
Cover.pdf - Published Version

Download (649kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I .pdf - Published Version

Download (333kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version

Download (384kB)
[img] Text (BAB V-Daftar Pustaka)
BAB V-Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (270kB)
[img] Text (Skripsi Full Text)
Skripsi Zahra Lathifunisa.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Tradisi ini merepresentasikan bentuk tanggung jawab pihak laki-laki dalam mempersiapkan kebutuhan material rumah tangga berupa isi peraduan atau kamar pengantin menjelang pernikahan berlangsung. Fokus masalah dalam penelitian ini meliputi deskripsi ringkas Nagari Sarilamak, sejarah kemunculan tradisi maisi sasuduik, prosesi pelaksanaannya, serta kontribusi dan perubahan yang terjadi dalam masyarakat dari masa ke masa. Penelitian ini membatasi ruang lingkup kajiannya pada periode waktu antara tahun 1985 hingga 2025 dengan batasan spasial di Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri atas empat tahapan, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data lapangan berupa pengamatan langsung dan wawancara mendalam bersama niniak mamak, tokoh adat, pelaku pernikahan, serta masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi maisi sasuduik mengalami perubahan signifikan pasca-tahun 1985, di mana tata cara penentuan nilai atau bentuk barang disepakati secara mandiri oleh keluarga kedua belah pihak berdasarkan musyawarah mufakat, tanpa keterlibatan dominan dan intervensi sepihak dari niniak mamak seperti era sebelum tahun 1985. Wujud penyerahan sasuduik juga mengalami pergeseran dari barang perlengkapan kamar fisik menjadi bentuk uang tunai. Meskipun mengalami dinamika bentuk, esensi nilai adat yang mencakup tanggung jawab moral-ekonomi laki-laki (urang sumando), marwah kekeluargaan, serta penghormatan terhadap sistem kekerabatan matrilineal tetap dipertahankan secara kokoh oleh masyarakat Nagari Sarilamak. Tradisi ini secara nyata berkontribusi membantu kesiapan logistik awal rumah tangga pengantin sekaligus meningkatkan legitimasi sosial dan kehormatan mempelai pria di tengah lingkungan masyarakat. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Tradisi Maisi Sasuduik merupakan adat salingka nagari yang telah diturunkan oleh nenek moyang orang luhak lima puluh. Namun penelitian ini juga memiliki kekurangan dimana tidak adanya bukti Sejarah pertama kali tradisi Maisi Sasuduik ini dilaksanakan dan penulis harap dari perubahan fungsi tersebut dapat di tuliskan dan di dokumentasikan sebagai bentuk bagian dari Sejarah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Tradisi Maisi Sasuduik, Perkawinan Adat, Masyarakat Minangkabau.
Subjects: Tajuk Subjek > 300 Ilmu Sosial > Pernikahan, Perkawinan
Tajuk Subjek > 300 Ilmu Sosial > Adat Istiadat, Etiket, Folklor
Tajuk Subjek > Sejarah, Geografi, Biografi > Sejarah
D History General and Old World > D History (General)
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora
Depositing User: Ruang Baca FAH
Date Deposited: 01 Jul 2026 08:02
Last Modified: 01 Jul 2026 08:02
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/34253

Actions (login required)

View Item View Item