Wanda, Elfa Mustika (2026) Akulturasi Masyarakat Melayu Dengan Migran di Sekijang Provinsi Riau (Sebuah Tinjauan Historis Antropologis). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover-Daftar Isi)
Cover-Daftar Isi.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (533kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (943kB) |
|
|
Text (BAB IV-Daftar Pustaka)
BAB IV-DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (359kB) |
|
|
Text (Skripsi Full Text)
Skripsi Elfa Mustika Wanda.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya arus migrasi yang terjadi sejak berkembangnya sektor perkebunan kelapa sawit pada tahun 1990, sehingga menciptakan masyarakat multikultural yang hidup berdampingan dalam satu wilayah. Fokus pada penelitian ini meliputi bagaimana sejarah migrasi etnis Jawa dan Batak ke Sekijang, serta bagaimana pola akulturasi etnis Melayu dengan etnis pendatang di Sekijang. Batasan penelitian meliputi periode waktu antara tahun 1990 hingga 2024 dan lokasi penelitian berada di Kelurahan Sekijang Kecamatan Bandar Sei Kijang Kabupaten Pelalawan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh dari sumber primer berupa wawancara dengan tokoh masyarakat Melayu, Jawa, dan Batak, serta sumber sekunder berupa buku, jurnal, artikel, dan dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses akulturasi terjadi secara damai melalui interaksi sosial yang intensif dalam kehidupan sehari-hari. Bentuk akulturasi tampak pada aspek kuliner, bahasa, tradisi berupa praktik budaya masyarakat. Masyarakat Melayu mengadopsi beberapa unsur budaya Jawa dan Batak, begitu pula sebaliknya, tanpa menghilangkan identitas budaya masing-masing. Akulturasi yang paling dominan terjadi antara etnis Melayu dan Jawa karena adanya kesamaan agama dan nilai sosial, sedangkan akulturasi dengan etnis Batak cenderung lebih terbatas pada aspek tertentu akibat perbedaan religi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa akulturasi di Kelurahan Sekijang mencerminkan bentuk integrasi sosial yang harmonis dalam masyarakat multikultural. Keberagaman budaya yang ada tidak menimbulkan konflik, melainkan menjadi sarana memperkuat toleransi, solidaritas, dan hubungan sosial antar etnis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap kajian sejarah sosial budaya serta menjadi referensi dalam memahami pentingnya pelestarian budaya dan toleransi dalam masyarakat multikultural.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Akulturasi, masyarakat Melayu, migran Jawa dan Batak |
| Subjects: | Tajuk Subjek > 300 Ilmu Sosial > Sosiologi dan Antropologi Tajuk Subjek > 300 Ilmu Sosial > Sosiologi Kemasyarakatan |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora |
| Depositing User: | Ruang Baca FAH |
| Date Deposited: | 01 Jul 2026 05:29 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 05:29 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/34112 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
