Faizal, Muhammad Aufa Ibnu (2026) Interpretasi Makna Budaya Minangkabau Dalam Film Surau Dan Silek. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (COVER)
Muhammad Aufa Ibnu Faizal_2212010003 (Cover).pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB 1)
Muhammad Aufa Ibnu Faizal_2212010003 (BAB 1).pdf - Published Version Download (340kB) |
|
|
Text (BAB 3)
Muhammad Aufa Ibnu Faizal_2212010003 (BAB 3).pdf - Published Version Download (336kB) |
|
|
Text (BAB 5)
Muhammad Aufa Ibnu Faizal_2212010003 (BAB 5).pdf - Published Version Download (343kB) |
|
|
Text (Full Text)
Muhammad Aufa Ibnu Faizal_2212010003 (Fulltext).pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Film Surau dan Silek merupakan film yang mengangkat kehidupan masyarakat Minangkabau dengan menampilkan berbagai unsur budaya yang masih dijaga dan diwariskan hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan makna budaya Minangkabau yang direpresentasikan dalam film Surau dan Silek. Film ini menarik untuk diteliti karena mendapatkan pengargaan di Hongkong pada acara Be Indonesian Smart n Active (BISA). Masalah dalam penelitian ini dibatasi oleh trikotomi makna semiotika model Pierce yang terdiri dari representament, object, dan interpretant terhadap budaya Minangkabau di dalam film. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis isi kualitatif (qualitative content analysis) dengan metode semiotik. Analisis data dilakukan menggunakan model Directed Qualitative Content Analysis dari Hsieh dan Shannon dengan teori semiotika Charles Sanders Peirce sebagai pisau analisis. Data penelitian diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap film Surau dan Silek, dokumentasi berupa adegan dan dialog yang mengandung unsur budaya Minangkabau, serta studi pustaka yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Surau dan Silek merepresentasikan budaya silek sebagai sarana pendidikan karakter, pembentukan moral, serta sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Surau diinterpretasikan sebagai institusi tradisional yang berfungsi sebagai pusat pendidikan agama, pembinaan sosial, dan pewarisan nilai adat. Budaya merantau dimaknai sebagai proses pendewasaan diri, pencarian pengalaman, serta bentuk tanggung jawab sosial terhadap keluarga dan kampung halaman. Sementara itu, kato nan ampek diinterpretasikan sebagai bentuk etika berkomunikasi yang mencerminkan nilai penghormatan, kesopanan, dan keharmonisan sosial dalam masyarakat Minangkabau.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | film, interpretasi makna, budaya minangkabau. |
| Subjects: | Tajuk Subjek > 300 Ilmu Sosial > Adat Istiadat, Etiket, Folklor Tajuk Subjek > 700 Kesenian, Rekreasi, dan Ilmu Berkaitan > 791 Pertunjukan Umum > 791.43 Film |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi Penyiaran Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FDIK |
| Date Deposited: | 30 Jun 2026 04:06 |
| Last Modified: | 30 Jun 2026 04:06 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/33936 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
