Sari, Nadia (2026) Cancel Culture dalam Perspektif Al-Qur'an (Pendekatan Teori Semiotika Charles Sanders Peirce terhadap Q.S Al-Hujurat [49]: 12. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (cover)
Nadia Sari-2215050057-COVER-DAFTAR ISI.pdf - Published Version Download (856kB) |
|
|
Text (Bab 1)
Nadia Sari-2215050057-Bab I.pdf - Published Version Download (371kB) |
|
|
Text (Bab 3)
Nadia Sari-2215050057-Bab III.pdf - Published Version Download (211kB) |
|
|
Text (Bab v-dapus)
Nadia Sari-2215050057-Bab V-Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (241kB) |
|
|
Text (Fulltext)
Nadia Sari-2215050057-Full Text Skripsi.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalis makna Q.S al-Hujurat [49]: 12 dalam perspektif semiotika Charles Sanders Peirce serta mengungkap relevansinya terhadap fenomena cancel culture di media sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian teks (text approach) dan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Sumber data primer penelitian adalah Q.S al-Hujurat [49]: 12 beserta kitab-kitab tafsir ulama, terutama Tafsir al-Misbah karya M. Quraish Shihab. Adapun sumber data skunder berupa buku, jurnal, dan karya ilmiah yang berkaitan dengan cancel culture, etika sosial Islam, dan semiotika Charles Sanders Peirce. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce yang meliputi representamen, object, dan interpretant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larangan katsiran min al-zhann, tajassus, dan ghibah dalam Q.S al-Hujurat [49]: 12 membentuk satu sistem etika sosial yang saling berkaitan dalam perspektif semiotika Peirce, katsiran min al-zhann merepresementasikan prasangka negatif yang menjadi awal terbentuknya penghakiman sosial. Tajassus mereprepresentasikan praktik pencarian dan penggalian aib, sedangkan ghibah merepresentasikan penyebaran informasi negatif yang merusak kehormatan seseorang. Ketiga konsep tersebut memiliki keterkaitan dengan tahapan yang kerap muncul dalam praktik cancel culture di media sosial, mulai dari pembentukan prasangka, penggalian informasi pribadi, hingga penyebaran massal yang berujung pada pengucilan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Q.S al-Hujurat [49]:12 menawarkan prinsip etika komunikasi Qur’ani yang berfungsi sebagai upaya preventif terhadap cancel culture dengan menumbuhkan sikap tabayyun, menjaga kehormatan sesama, serta mempertahankan nilai ukhuwwah dalam kehidupan sosial dan ruang digital.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Cancel Culture, Etika sosial Islam, Media Sosial, Semiotika Peirce, Q.S al-Hujurat [49]: 12 |
| Subjects: | Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 28 Jul 2026 08:27 |
| Last Modified: | 28 Jul 2026 08:27 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/33413 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
