Pendidikan Keluarga Menurut Islam Dalam Budaya Adat Minangkabau

SyafrialN, SyafrialN (2015) Pendidikan Keluarga Menurut Islam Dalam Budaya Adat Minangkabau. Doctoral thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Fulltext)
Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Tugas orang tua sebagai pendidik menjadi sesuatu yang tidak bisa diabaikan kedudukannya dalam kehidupan anak. Tugas tersebut bukan hanya sebatas kemampuan untuk memberikan pendidikan yang baik, lebih dari itu adalah bagaimana orang tua menempatkan posisinya sebagai ibu teladan yang baik bagi anak-anaknya yang melibatkan unsur jasmani dan rohani. Banyak orang tua yang tidak mengetahui bagaimana kiat sukses dalam mendidik anak yang memiliki kecenderungan dan keinginan yang berbeda-beda, apalagi banyaknya halangan, tantangan dan kendala yang selalu merintangi saat menerapkan metode pendidikan yang benar dalam keluarga. Secara teoritis, ajaran Islam memberikan konsep yang jelas tentang tugas orang tua sebagai pendidik, namun secara praktis kehidupan masih banyak terdapat penyimpangan prilaku anak dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Begitu pula dalam sistem adat Minangkabau juga memiliki budaya yang berkaitan dengan pendidikan. Maka dari itu, perlu mengeksplorasi konsep pendidikan di atas untuk menemukan konsep ideal pendidikan Islam yang sejalan dengan kearifan lokal Minangkabau. Masalah pokok yang menjadi dasar penelitian ini adalah: Bagaimanakah Konsep Pendidikan Keluarga Menurut Islam dan Implementasinya dalam Pendidikan Keluarga dalam Budaya Adat Minangkabau. Dua persoalan diangkat menjadi batasan penelitian, yakni, konsep pendidikan keluarga menurut Islam, dan implementasi konsep pendidikan keluarga menurut Islam terhadap pendidikan keluarga dalam budaya adat Minangkabau. Tujuan yang hendak dicapai adalah untuk menganalisis konsep pendidikan keluarga menurut Islam dan implementasinya dalam pendidikan keluarga dalam budaya adat Minangkabau. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan analisis isi (content analysis). Sumber primer dalam penelitian ini adalah karya-karya yang berhubungan erat dengan objek penelitian. sedangkan sumber sekundernya adalah karya-karya lainnya yang terkait dan dipakai sebagai pembanding terhadap sumber primer, sehingga diperoleh hasil maksimal dan dapat dipertanggungjawabkan. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah: pertama, Islam memiliki konsep pendidikan keluarga dengan beberapa pengertian dan prinsip utama: (a) keluarga merupakan unit/satuan masyarakat terkecil dengan orang tua sebagai porosnya. (b) fungsi pendidikan keluarga menurut Islam adalah untuk menciptakan peserta didik yang memiliki pengetahuan yang benar dan jauh dari taklid buta. (c) Pendidikan menurut Islam merupakan usaha untuk menanamkan nilai-nilai sosial dan keimanan kepada perserta didik. Kedua, adat Minangkabau juga memiliki budaya tentang keluarga dan prinsip-prinsip pendidikan: (a) transformasi pengetahuan dan sosial dilaksanakan di Surau. (b) dasar pendidikan di Minangkabau adalah Islam, alam dan tradisi. (c) tujuan pendidikan adalah menciptakan pribadi yang kuat secara akidah, ibadah dan akhlak mulia. Ketiga, Implementasi konsep pendidikan keluarga menurut Islam terhadap budaya pendidikan keluarga dalam adat Minangkabau. Pertama, dari aspek dasar pendidikan Islam, adat Minangkabau mengimplementasikannya dalam berbagai adagium yaitu alam takambang jadi guru, Adat basandi syara`, syara` basandi kitabullah. (2) di samping Ayah, Ibu (Bundo Kanduang) memiliki peran sentral di Minangkabau terutama dengan sistem matrilinealnya. (3) mengaji Al-Qur’an adalah materi pertama dalam pendidikan di Minangkabau. (4) materi tersebut disampaikan dengan metode halaqah dan sorogan. (5) orang tua dan pendidik adalah media pertama dalam pendidikan. Alam semesta berfungsi sebagai objek dan sekaligus media audio-visual yang dapat dilihat, diamati, dan diterapkan oleh peserta didik. (6) evaluasi pendidikan tergambar dalam adagium saiyo sakato, sahino samalu, anggo tanggo, dan sapikua sajinjiang. (7) proses pendidikan di Minangkabau berdiri di atas prinsip egaliter dan humanis dan membuang sikap diskriminatif. Dalam seluruh proses pendidikan keluarga, orang tua dan guru memiliki tanggung yang besar dalam bidang agama (akidah, ibadah dan akhlak mulia) maupun kehidupan sosial sesuai pepatah Orang sekaum merasa sehina semalu, Orang sekaum sapandan sepekuburan, Orang sekaum seberat seringan, dan Orang sekaum seharta sepusaka, adat dunsanak, dunsanak dipatahankan”.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Uncontrolled Keywords: Pendidikan Islam, Keluarga, Minangkabau
Subjects: Tajuk Subjek > Agama Islam > Fiqih > Hukum Keluarga, Perkawinan, Pernikahan Menurut Islam
Tajuk Subjek > Agama Islam > Filsafat dan Perkembangan Islam > Pendidikan Islam
Divisions: Program Pascasarjana > Program Doktor > Pendidikan Islam
Depositing User: Zulfitri Zulfitri
Date Deposited: 09 Jun 2026 05:23
Last Modified: 09 Jun 2026 05:23
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/33160

Actions (login required)

View Item View Item