Ali, Asril (2016) Pendidikan Akhlak Menurut Ibnu Miskawaih Dan Al-Ghazali Serta Relevansinya Dengan Pendidikan Akhlak Di Indonesia. Doctoral thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Fulltext)
DISERTASI ASRIL ALI.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Masalah yang dirasakan oleh pendidik dan pemikir di dalam pendidikan Akhlak saat ini, terutama di Indonesia adalah: 1) Kesenjangan dan ketidakseimbangan, muncul dalam tiga domain pendidikan, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor. Tiga domain itu, dapat dirasakan oleh Pendidik saat ini, dimana kognitif yang luas dan mendalam, sementara masih banyak harapan afektif dan psikomotor yang belum terpenuhi. 2) Belum jelas bagaimana akhlak dan pendidikan akhlak yang diharapkan di masa kita ini, sehingga ketentuan pendidikan akhlak yang baru dan pengisian kognitifnya, belum bisa memastikan dan membatasi pola psikomotornya. 3) Sangat sedikit usaha untuk mendirikan lembaga pendidikan akhlak dalam domain psikomotor, berupa lembaga milik sendiri, kelompok, atau pemerintah Berdasarkan permasalahan yang diidentifikasi di atas, fokus dari penelitian literature dibidang ini, bagaimana pola pendidikan akhlak yang dikembangkan oleh Ibn Miskawaih dan Al-Ghazali dalam tiga domain pendidikan akhlak. Juga menemukan komponen pendidikan yang mendukung tiga domain tersebut, serta relevansinya dengan pendidikan akhlak di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan suatu produk, yaitu tips, model, dan pola apa yang dilakukan Ibnu Miskawaih dan Al-Ghazali dalam pendidikan akhlak untuk menghilangkan kesenjangan dalam kognitif, afektif, dan psikomotor, atau setidaknya dapat dikurangi. Untuk mencapai tujuan di atas, perlu penelitian atau studi tokoh, pemikir dan praktisi seperti Ibnu Miskawaih dan Al-Ghazali. Penelitian ini berupa penelitian kepustakaan dengan memperbandingan kedua tokoh pendidikan, Ibnu Miskawaih dalam bukunya "Tahdzib al-Akhlaq” dan Al-Ghazali dalam bukunya “Ihya 'Ulum al-Din”. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini dalam tiga tahap yaitu tahap observasi, tahap eksplorasi, dan tahap penelitian terfokus. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa karya tulis atau dokumentasi. Sesuai dengan karakteristik penelitian ini adalah bersifat kualitatif, dimana hasilnya, untuk mendapatkan temuan baru, modifikasi dari yang sudah ada, bahkan untuk mengangkat variabel korelasi sirkuler lebih spesifik dalam komponen pendidikan dan keserasian tiga domain, kognitif, afektif, dan psikomotor dalam pendidikan akhlak. Analisis data, karena penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dan tokoh, yang bersifat kualitatif, pengolahan datanya lebih deskriptif, analitis, kritis, komparatif dan inferensi-inferensi induktif dan deduktif. Dalam kondisi tertentu juga membuat analisis domain, analisis taksonomi, analisis tema budaya dan juga pendekatan hermeunetik untuk mendapatkan kesimpulan yang valid dan akuntabel. Hasil temuannya, kedua tokoh, Ibnu Miskawaih, dan Al-Ghazali, sama-sama membahas 9 komponen pendidikan, yaitu dasar pendidikan, tujuan, pendidik, peserta didik, lembaga, materi, metode, periode, dan evaluasi. Disamping itu, dalam 3 domain pendidikan akhlak, kedua tokoh saling melengkapi. Ibnu Miskawaih lebih dominan pada kognitif dan afektif, sementara Al-Ghazali lebih dominan pada afektif dan psikomotor. Ketika penulis melihat relevansi pemikiran Ibn Miskawaih, dan Al-Ghazali tentang pendidikan akhlak, dengan pemikiran pendidikan akhlak yang berkembang di Indonesia saat ini, ditemukan relevansi harmonis dan signifikan tentang hal berikut: 1. Nilai yang terkait dengan diri sendiri. 2. Nilai yang terkait dengan orang lain dan makhluk umumnya. 3. Nilai yang terkait dengan ketuhanan. 4. Sesuatu yang baru (novalty) dari disertasi ini adalah bahwa teori pendidikan akhlak rasional, logis yang dikemukakan oleh Ibnu Miskawaih, seperti kesadaran terhadap potensi diri sendiri yang bisa menjadi baik atau buruk. Kemudian hal itu di padukan dengan teori akhlak Al-Ghazali yang religious praktis, dengan pelatihan terus menerus, dan kontrol dari pihak tertentu, sangat perlu dipraktekkan dalam pendidikan akhlak dan karakter di Indonesia, untuk membentuk kepribadian utuh dalam domein kognitif, afektif dan psikomotor.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pendidikan Islam, Tokoh Pemuka Islam |
| Subjects: | Tajuk Subjek > Agama Islam > Filsafat dan Perkembangan Islam > Pendidikan Islam Tajuk Subjek > Agama Islam > Sejarah Islam > Biografi Tokoh Pemuka Agama Islam |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Doktor > Pendidikan Islam |
| Depositing User: | Zulfitri Zulfitri |
| Date Deposited: | 25 May 2026 08:15 |
| Last Modified: | 25 May 2026 08:15 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/33148 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
