Pola Kepemimpinan Rasūlullāh SAW dan Kontribusinya Terhadap Pengembangan Pendidikan Islam di Indonesia

Hasibuan, Zainal Efendi (2011) Pola Kepemimpinan Rasūlullāh SAW dan Kontribusinya Terhadap Pengembangan Pendidikan Islam di Indonesia. Doctoral thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Fulltext)
Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Idealnya setiap pemimpin pada berbagai lembaga pendidikan Islam seharusnya meneladani kepemimpinan Rasūlullāh SAW. Fakta di lapangan menunjukkan banyak di antara pemimpin yang belum meneladani kepemimpinan Rasulullah SAW, yang berakibat rendahnya moralitas sebagian di antara para pemimpin lembaga pendidikan Islam di Indonesia dan bermuara kepada mutu lembaga pendidikan Islam yang rendah. Di samping itu secara teoretis pendidikan nasional bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Fakta membuktikan, tujuan tersebut masih jauh dari yang diharapkan. Nyatanya, Indonesia dikenal sebagai negara terkorup, tingkat kesejahteraan, kemandirian, kreativitas, mutu pendidikan, dan moralitas kepemimpinan yang rendah. Prostitusi, tindakan asusila, pembunuhan, menjadi berita harian yang semakin mencekam. Sehingga timbul pertanyan apa solusi yang tepat menghadapi kondisi bangsa yang demikian parah? Bertolak dari teori yang dikemukan oleh Al-Farabī, bahwa negara utama adalah negara yang dipimpin oleh pemimpin utama, yaitu nabi atau filosof, yang berfungsi laksana al-qalb dalam organisme tubuh manusia. Jika hati baik, maka akan baiklah organ-organ yang lain dan sebaliknya. Berdasarkan teori tersebut, munculnya ragam problematika tersebut di atas, salah satu penyebabnya adalah rendahnya moralitas dan kompetensi sebagian besar pemimpin masa kini, khususnya di Indonesia. Untuk menjawab persoalan di atas, sangat tepat dengan mengkaji keteladanan Nabi Muhammad SAW dari aspek kepemimpinan. Rasūlullāh SAW diutus kepada suatu masyarakat Arab jahiliyah— Philip H. Kitti menyebutnya masyarakat barbarisme dan ignorisme—dengan kepemimpinan beliau, dapat berubah menjadi masyarakat yang beradab, bermoral tinggi, cerdas dan taat kepada Allah SWT. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dapat diformulasikan rumusan masalah penelitian, yaitu bagaimana pola kepemimpinan Rasūlullāh SAW dan sejauh mana kontribusinya terhadap pengembangan pendidikan Islam di Indonesia. Agar studi ini lebih fokus, penelitian ini dibatasi sebagai berikut; (1) tipe kepemimpinan Rasūlullāh SAW; (2) pendekatan kepemimpinan Rasūlullāh SAW; (3) kontribusi studi pola kepemimpinan Rasūlullāh SAW terhadap pengembangan pendidikan Islam di Indonesia. Dari batasan tersebut dapat dikemukakan tujuan penelitian sebagai berikut; (1) mengetahui tipe kepemimpinan Rasulullah SAW; (2) mengetahui pendekatan kepemimpinan Rasūlullāh SAW; (3) mengetahui kontribusi pola kepemimpinan Rasūlullāh SAW terhadap pengembangan pendidikan Islam di Indonesia. Penelitian ini bercorak library research. Sumber data diperoleh dari literatur kepustakaan berupa buku-buku, majalah, dokumen-dokumen, CD, dan data yang dikases dari internet. Untuk mendapatkan hasil maksimal penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data pendekatan maudhu’ī. Mengkolaborasikan metode maudhu’ī dan content analisys (analisis isi) untuk menginterpretasikan data, dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) menentukan tema yang akan dibahas; (2) inventarisasi hadis-hadis yang berkaitan dengan tema yang telah ditentukan; (3) mengetahui korelasi (munaāabat) antara hadis-hadis melalui pemahaman makna teks hadis; (4) menyusun tema bahasan di dalam kerangka yang pas, sistematis, sempurna, dan utuh (outline); (5) melengkapi pembahasan dan uraian dengan ayat al-Qur’an dan kitab-kitab sejarah, sehingga pembahasan semakin sempurna dan dapat dipahami; (6) mempelajari hadis-hadis tersebut secara tematik dan menyeluruh dengan cara menghimpun hadis-hadis yang mengandung pengertian serupa, mengkompromikan antara satu hadis dengan hadis yang lain; (7) proses interpretasi; (8) pengambilan spirit atau pandangan hidup, dengan cara mengungkapkan hal-hal terbaru dan pengayaan konsep terdahulu; (9) menyimpulkan hasil penelitian. Penelitian ini menyimpulkan, bahwa pola kepemimpinan Rasulullah SAW menerapkan tipe kepemimpinan theo situasional dengan pendekatan konvergensi-situasional, yang dilandasi prinsip iman, tauhid, takwa, ikhlas, ibadah, dan tawakkal kepada Allah SWT. Kontribusi kajian ini terhadap pendidikan Islam di Indonesia adalah mempertegas, memperluas, dan memantapkan kedudukan dan peran pendidikan Islam sebagai sub-sistem pendidikan nasional sebagai materi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan sebagai lembaga pendidikan yang hendaknya mendapatkan perlakuan yang sama dan berkeadilan dalam upaya mempercepat tercapainya tujuan pendidikan nasional. Penelitian ini juga menghasilkan teori baru di bidang tipe dan pendekatan kepemimpinan, yakni tipe kepemimpinan theo situasional dan pendekatan kepemimpinan konvergensi-situasional yang apabila diterapkan oleh para pimpinan lembaga pendidikan Islam insya Allah akan dapat meningkatkan mutu pendidikan pada institusi yang dipimpinnya.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Uncontrolled Keywords: Kepemimpinan Rasullah,Pendidikan Islam
Subjects: Tajuk Subjek > Agama Islam > Filsafat dan Perkembangan Islam > Dakwah Islam
Tajuk Subjek > Agama Islam > Filsafat dan Perkembangan Islam > Pendidikan Islam
Divisions: Program Pascasarjana > Program Doktor > Pendidikan Islam
Depositing User: Zulfitri Zulfitri
Date Deposited: 23 May 2026 08:29
Last Modified: 23 May 2026 08:29
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/33140

Actions (login required)

View Item View Item