Mislaini, Mislaini (2015) Penyimpangan Perilaku Seksualitas Siswa Dan Usaha Penanggulangannya Melalui Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Menengah Atas Negeri Kota Padang. Doctoral thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover - Dll)
Cover - Dll_removed_removed.pdf - Published Version Download (908kB) |
|
|
Text (Bab I)
Bab 1 Disertasi Mislaini.pdf - Published Version Download (293kB) |
|
|
Text
Bab 3 Disertasi Mislaini.pdf Download (190kB) |
|
|
Text (Bab III)
Bab V - Dapus.pdf - Published Version Download (244kB) |
|
|
Text (fulltext)
Fulltext_removed_removed (1).pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah : (1) Bentuk-bentuk penyimpangan perilaku seksualitas siswa; (2) faktor-faktor yang menyebabkan penyimpangan perilaku seksualitas siswa; dan (3) Usaha penanggulangan dari penyimpangan perilaku seksualitas siswa melalui PAI di SMAN Kota Padang. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk; (1) mengetahui bentuk-bentuk penyimpangan perilaku seksualitas siswa; (2) mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan penyimpangan perilaku seksualitas siswa; (3) mengetahui usaha penanggulangan dari penyimpangan perilaku seksualitas siswa melalui PAI di SMAN Kota Padang. Kegunaan penelitian ini secara teoritis, yaitu memperkaya khazanah keilmuan untuk dikembangkan selanjutnya terutama dalam prinsip Pendidikan Islam yang integral dan bersifat komprehensif, secara praktis, yaitu sebagai; (a) sumbangan bagi tenaga kependidikan di SMAN Kota Padang untuk dijadikan pedoman dalam mengatasi penyimpangan perilaku seksualitas yang dilakukan oleh siswa; (b) sebagai bahan bagi peneliti yang melakukan penelitian lanjutan yang berkaitan dengan masalah seksualitas. Penelitian ini bercorak field research yang mengunakan metode Kombinasi (Mixed Method) yakni metode penelitian kombinasi yang menggabungkan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif secara berurutan, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SMA Negeri yang ada di Kota Padang, yakni ada 16 SMA Negeri di Kota Padang. Mengingat populasinya begitu banyak, maka peneliti menetapkan sampel. Sampel dalam penelitian ini adalah SMA Negeri 2, 3, 6, 11, 14, dan 16 di Kota Padang, dan siswa lokal IPA dan lokal IPS masing-masing satu lokal dari enam sekolah dengan jumlah siswa keseluruhan 370. Dalam penelitian ini teknik sampel yang digunakan adalah simple random sampling (secara acak). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket (questionaire), wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data kuantitatif dan kualitatif dilakukan dengan membandingkan data kuantitatif hasil penelitian kuantitatif yang dilakukan pada tahap pertama, dan data kualitatif hasil penelitian kualitataif tahap ke dua. Melalui analisis data ini akan dapat diperoleh informasi apakah kedua data saling melengkapi, memperluas, memperdalam atau malah bertentangan. Hasil penelitian yang digunakan adalah hasil penelitian kualitatif yang telah benar/pasti yang telah diuji kredibilitasnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa, bentuk-bentuk penyimpangan perilaku seksualitas siswa di SMAN Kota Padang adalah: pornografi, bergandengan tangan, berpacaran, berpelukan, berciuman, mengeluarkan kata-kata kotor, humor seksual, onani, masturbasi, sodomi, homoseksual, lesbian, sampai kepada hamil di luar nikah. Faktor-faktor yang menyebabkan penyimpangan perilaku seksualitas siswa di SMA Negeri Kota Padang adalah: faktor psikologis, sosiokultural, pendidikan dan keluarga, dan faktor fisiologis. Usaha penanggulangan dari penyimpangan perilaku seksualitas siswa melalui Pendidikan Agama Islam di SMAN Kota Padang adalah pertama dengan cara pengendalian sosial yang bersifat preventif yakni berusaha untuk menghindari penyimpangan atau mencegah timbulnya penyimpangan-penyimpangan sebelum penyimpangan itu terjadi yakni; memberikan pendidikan agama secara baik kepada siswa, memberikan pengawasan dan menegakkan segala peraturan yang baik kepada siswa, memberikan bimbingan dan menanamkan nilai-nilai akhlak yang mulia terhadap pergaulan dengan sesama, mengembangkan pribadi remaja melalui pendidikan, menanamkan sikap jujur terhadap anak, dan menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis. Kedua, penanggulangan secara represif yakni usaha pencegahan yang bertujuan untuk mengembalikan keserasian yang pernah mengalami gangguan. Usaha represif berwujud hukuman atau sanksi terhadap siswa/i yang melanggar kaidah-kaidah yang berlaku dan ajaran agama. Ketiga, penanggulangan secara Kuratif (penyembuhan) dan Rehabilitasi (perbaikan).
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | permasalahan Remaja, pendidikan agama islam |
| Subjects: | Tajuk Subjek > Agama Islam Tajuk Subjek > 300 Ilmu Sosial > Permasalahan Sosial, Layanan Sosial > Permasalahan Remaja |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Doktor > Pendidikan Islam |
| Depositing User: | Zulfitri Zulfitri |
| Date Deposited: | 19 May 2026 04:07 |
| Last Modified: | 19 May 2026 04:07 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/33131 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
