Kewajiban nafkah dalam keluarga terhadap istri yang bekerja menurut hukum Islam (Studi Kasus di Nagari Nan Tujuah Kecamatan Palupuh Kabupaten Agam)

Hidayat, Rezky (2026) Kewajiban nafkah dalam keluarga terhadap istri yang bekerja menurut hukum Islam (Studi Kasus di Nagari Nan Tujuah Kecamatan Palupuh Kabupaten Agam). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover - Daftar Isi)
Cover - Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (666kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I (2).pdf - Published Version

Download (461kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version

Download (395kB)
[img] Text (BAB V - DAFTAR PUSTAKA)
BAB V - Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (347kB)
[img] Text (FULL TEXT)
Full Text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena turut sertanya istri dalam bekerja ketika kewajiban nafkah merupakan tanggung jawab suami ditinjau dari perspektif hukum Islam. Fenomena istri bekerja semakin umum terjadi, termasuk di Nagari Nan Tujuah Palupuh, Kabupaten Agam, yang memunculkan beragam pemahaman dan praktik terkait pembagian tanggung jawab ekonomi dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai kewajiban nafkah suami terhadap istri yang bekerja menurut hukum Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis-normatif dan empiris. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap al-Qur’an, hadis, peraturan perundang-undangan, dan dilengkapi dengan wawancara kepada istri yang bekerja di Nagari Nan Tujuah Kecamatan Palupuh Kabupaten Agam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, kewajiban nafkah tetap berada pada suami sebagai konsekuensi akad nikah yang sah, meskipun istri memiliki penghasilan sendiri. Kedua, faktor yang mempengaruhi pelaksanaan kewajiban nafkah ketika istri bekerja kurangnya pemahaman agama, pendapatan suami yang tidak bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga, dan minimnya lapangan pekerjaan. Ketiga, tinjauan hukum Islam terhadap nafkah istri yang bekerja tetap berada pada suami dan tidak gugur walaupun istri memiliki penghasilan sendiri. Ketentuan ini didasarkan pada al-Qur’an, hadis, pandangan para ulama fikih, serta ditegaskan dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI). Nafkah dipandang sebagai hak istri yang tidak gugur oleh kondisi ekonomi istri. Kewajiban nafkah suami harus tetap dijalankan untuk memenuhi nafkah rumah tangga dengan giat berusaha dan mengedepankan musyawarah guna mewujudkan keharmonisan rumah tangga sesuai dengan nilai-nilai syariat Islam. Kata Kunci: Nafkah Suami, Istri Bekerja, Hukum Islam

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Nafkah, Istri Bekerja, Hukum Islam
Subjects: Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) > Hukum Keluarga, Hukum Perkawinan, Hukum Pernikahan Menurut Islam
Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) > Hukum Pengadilan Islam
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga
Depositing User: Ruang Baca Fakultas Syariah
Date Deposited: 06 Mar 2026 03:36
Last Modified: 06 Mar 2026 03:36
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/32902

Actions (login required)

View Item View Item