MARRIAGE IS SCARY DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM : STUDI KASUS DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) IMAM BONJOL PADANG DAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Shoffia, Bulqis (2026) MARRIAGE IS SCARY DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM : STUDI KASUS DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) IMAM BONJOL PADANG DAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG. Masters thesis, UIN IMAM BONJOL PADANG.

[img] Text (Cover dll)
Cover dll.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Bab I)
Bab I.pdf - Published Version

Download (601kB)
[img] Text (Bab III)
Bab III.pdf - Published Version

Download (325kB)
[img] Text (Bab V dan Daftar Pustaka)
Bab V dan Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (508kB)
[img] Text (Fulltext)
Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK Marriage is scary yang terjadi di kalangan ASN menunjukkan kesenjangan antara pemahaman normatif tentang anjuran menikah dalam Islam dan kesiapan praktis,dimana pernikahan dipahami sebagai ibadah sunnah untuk membentuk keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah, namun ketakutan dan keraguan tetap mendorong penundaan menikah. Terdapat tiga hal utama yang menjadi fokus dalam penelitian ini. Pertama, mendeskripsikan pemahaman ASN terhadap anjuran menikah dalam Islam. Kedua, mengeksplorasi faktor-faktor penyebab munculnya fenomena marriage is scary di kalangan ASN UIN Imam Bonjol Padang dan Universitas Negeri Padang. Ketiga, menganalisis perspektif hukum Islam terhadap fenomena marriage is scary dengan menggunakan pendekatan anjuran menikah dan maqashid syariah. Jenis penelitian yang digunakan dalam tesis ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan metode kualitatif. Sumber data primer diperoleh melalui wawancara dengan 14 orang ASN dari UIN Imam Bonjol Padang dan Universitas Negeri Padang, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan literatur yang relevan dengan kajian pernikahan dan hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ASN pada kedua institusi pada umumnya memahami anjuran menikah dalam Islam secara normatif sebagai ibadah dan sunnah untuk membentuk keluarga sakinah, namun pemahaman tersebut bersifat kondisional dan bergantung pada kesiapan mental, ekonomi, psikologis, dan pengetahuan, meski demikian mereka belum sepenuhnya memahami batasan-batasan syariat dalam konteks pernikahan. Fenomena marriage is scary dipengaruhi oleh enam faktor utama, yaitu trauma keluarga akibat perceraian atau konflik orang tua, pengaruh negatif media sosial yang menampilkan sisi buruk pernikahan, ketakutan salah dalam memilih pasangan, ketidaksiapan mental dan psikologis, kekhawatiran ekonomi dan finansial, serta kurangnya pemahaman agama tentang pernikahan. Dalam perspektif hukum Islam, fenomena marriage is scary tidak sepenuhnya bertentangan dengan syariat jika dipicu oleh faktor-faktor riil yang berpotensi menimbulkan kemudaratan dan diiringi upaya mencari solusi, sesuai prinsip dar'ul mafasid muqaddamun 'ala jalbil mashalih. Namun, jika ketakutan tersebut tidak berdasar atau muncul dari standar hidup berlebihan, maka hal ini bertentangan dengan syariat. Dengan mengatasi faktor-faktor penghambat, marriage is scary dapat menjadi mekanisme protektif yang rasional untuk mewujudkan maṣlaḥah pernikahan yang sakinah, mawaddah, rahmah, dan penuh keberkahan, bukan sebagai penolakan terhadap ajaran Islam. Kata Kunci: marriage is scary, anjuran menikah, maqashid syariah, hukum Islam.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: marriage is scary, anjuran menikah, maqashid syariah, hukum Islam.
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
Divisions: Program Pascasarjana > Program Magister > Hukum Keluarga
Depositing User: Pusat Riset Pascasarjana
Date Deposited: 05 Mar 2026 07:29
Last Modified: 05 Mar 2026 07:29
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/32890

Actions (login required)

View Item View Item