FIKIH CHILDFREE: TAFSIR INKLUSIF ATAS KEBOLEHAN PERKAWINAN TANPA KETURUNAN

MUBAIDILLAH, MUBAIDILLAH (2026) FIKIH CHILDFREE: TAFSIR INKLUSIF ATAS KEBOLEHAN PERKAWINAN TANPA KETURUNAN. Doctoral thesis, UIN IMAM BONJOL PADANG.

[img] Text (COVER - DAFTAR ISI)
COVER, ABSTRAK, DAFTAR ISI.docx - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (479kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version

Download (308kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version

Download (320kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA, BIODATA PENULIS.pdf - Published Version

Download (417kB)
[img] Text (FULL TEXT)
DISERTASI (FINAL) .pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Disertasi ini mengkaji konstruksi penafsiran ayat-ayat ahkām tentang pernikahan dalam merespons fenomena childfree di kalangan pasangan Muslim Indonesia. Wacana fikih keluarga Islam selama ini cenderung menempatkan prokreasi sebagai tujuan sentral pernikahan, sehingga pilihan childfree sering dipahami sebagai penyimpangan normatif. Pandangan tersebut memunculkan ketegangan teologis, yuridis, dan sosial yang menuntut pembacaan ulang ayat-ayat pernikahan dan keturunan secara lebih kontekstual dan berorientasi pada tujuan syariat. Penelitian ini bertujuan menganalisis penafsiran ayat-ayat pernikahan dalam tafsir klasik dan kontemporer, menelaah pembacaan tafsir inklusif atas fenomena childfree, serta menilai pilihan tersebut melalui kerangka maqāṣid al-syarī‘ah. Penelitian ini merupakan studi pustaka dengan pendekatan tafsir tematik (mawḍū‘ī), hermeneutika kontekstual, dan analisis maqāṣid al-syarī‘ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat-ayat pernikahan tidak menetapkan prokreasi sebagai kewajiban mutlak atau tujuan tunggal, melainkan mengandung tujuan multidimensional seperti sakīnah, mawaddah, raḥmah, serta kemaslahatan relasional dan sosial. Dalam perspektif tafsir inklusif, childfree tidak dapat diposisikan secara kategoris sebagai pelanggaran syariat, melainkan sebagai pilihan etis yang bersifat kontekstual selama tidak menimbulkan mafsadah dan tetap sejalan dengan tujuan syariat. Analisis maqāṣid melalui relasi ḥifẓ an-nasl, ḥifẓ an-nafs, ḥifẓ al-‘aql, dan prinsip raf‘ al-ḥaraj—melahirkan konstruksi fikih keluarga Islam yang kondisional dan adaptif. Disertasi ini berkontribusi pada pengembangan tafsir inklusif dan perumusan fikih childfree yang berorientasi maqāṣid. Kata kunci: tafsir ayat ahkām, pernikahan, childfree, maqāṣid al-syarī‘ah, fikih keluarga Islam.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) > Hukum Keluarga, Hukum Perkawinan, Hukum Pernikahan Menurut Islam
Divisions: Program Pascasarjana > Program Doktor > Hukum Islam
Depositing User: Pusat Riset Pascasarjana
Date Deposited: 04 Mar 2026 06:43
Last Modified: 04 Mar 2026 06:55
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/32592

Actions (login required)

View Item View Item