Hidayatul, Difla (2026) Peran Serta Tokoh Adat (Niniak Mamak) Dalam Penanggulangan Perundungan Anak Perspektif Maqashid Al-Syariah di Nagari Garagahan Kecamatan Lubuk Basung. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (BAB I)
BAB I DIFLA HIDAYATUL 2213030076.pdf - Published Version Download (342kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III DIFLA HIDAYATUL 2213030076.pdf - Published Version Download (406kB) |
|
|
Text (BAB V - DAFTAR PUSTAKA)
BAB V - DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (242kB) |
|
|
Text (COVER - DAFTAR ISI)
COVER - DAFTAR ISI DIFLA HIDAYATUL 2213030076.pdf - Published Version Download (2MB) |
|
|
Text (SKRIPSI FULLTEXT)
DIFLA HIDAYATUL 2213030076.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi terjadinya beberapa kasus perundungan di kalangan anak di Kabupaten Agam, salah satunya di Nagari Garagahan Kecamatan Lubuk Basung. Berdasarkan Perda Kabupaten Agam No. 9 Tahun 2019 tentang pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyatakan bahwa adanya peran keikutsertaan salah satunya adalah Niniak Mamak dalam perlindungan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk upaya yang dilakukan Niniak Mamak dan pemerintah nagari dalam upaya penanggulangan perundungan serta relevansinya dengan prinsip Maqashid AlSyariah. Adapun yang menjadi pertanyaan penelitian adalah: 1) bagaimana bentuk peran yang dilakukan Niniak Mamak dalam penanggulangan perundungan anak. 2) bagaimana Upaya yang dilakukan pemerintah nagari dalam mengatasi perundungan anak. 3) Bagaimana analisis Maqashid AlSyariah terhadap peran Niniak Mamak dalam penanggulangan perundungan anak di Nagari Garagahan?. Untuk menjawab pertanyaan penelitian ini penulis menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan metode kualitatif yang dilaksanakan di Nagari Garagahan Kecamatan Lubuk Basung. Sumber data primer dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara dengan pihak terkait, sedangkan analisis data dilakukan dengan pendekatan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Niniak Mamak dalam penanggulangan perundungan ini telah melakukan upaya preventif, diantaranya mengembalikan anak-anak kepada nilai-nilai agama dan adat yang telah ditanam sebelumnya. Di samping itu, pemerintah nagari juga melakukan upaya dalam penanggulangan perundungan yaitu dengan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah yang berada di Nagari Garagahan walaupun dalam keberlanjutan programnya kurang maksimal. Dalam perspektif Maqashid Al-Syariah, kasus perundungan telah melanggar tiga prinsip, namun upaya yang dilakukan oleh Niniak Mamak dalam penanggulangan perundungan menunjukkan kesesuai dengan prinsip tersebut yaitu, hifz an-nafs, hifz an-nasl, dan hifz al-aql.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Niniak Mamak, perundungan, dan Maqashid Al-Syariah |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Tata Negara |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 03 Mar 2026 03:30 |
| Last Modified: | 03 Mar 2026 03:30 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/32194 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
