Lubis, Muthia Hasanah Bakhtiar (2026) Analisis Yuridis terhadap Penolakan Permohonan Itsbat Nikah karena Pemohon Menikah Lagi (Studi Putusan No. 756/Pdt.G/2024/PA.Pdg). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover - Daftar Isi)
Cover - Daftar Isi.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
Bab I.pdf - Published Version Download (443kB) |
|
|
Text (BAB III)
Bab III.pdf - Published Version Download (367kB) |
|
|
Text (BAB V - Daftar Pustaka)
Bab V - Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (605kB) |
|
|
Text (Fulltext)
Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi oleh adanya penolakan permohonan itsbat nikah terhadap perkawinan yang telah dilangsungkan secara agama tetapi tidak tercatat secara administratif. Dalam putusan tersebut, hakim menolak permohonan dengan pertimbangan bahwa Pemohon telah menikah lagi sehingga perkawinan pertama dianggap telah putus dengan sendirinya, meskipun tidak terdapat putusan perceraian dari pengadilan. Hal ini menimbulkan persoalan mengenai kesesuaian pertimbangan hakim dengan ketentuan hukum perkawinan yang berlaku di Indonesia. Ada tiga pertanyaan penelitian dalam skripsi ini yaitu: (1) bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam menolak permohonan itsbat nikah dalam Putusan Pengadilan Agama Padang Nomor 756/Pdt.G/2024/PA.Pdg? (2) bagaimana analisis yuridis terhadap pertimbangan hakim dalam putusan tersebut? (3) apa akibat hukum dari penolakan permohonan itsbat nikah dalam perkara tersebut? Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan kasus. Sumber data penelitian terdiri dari bahan hukum primer berupa putusan pengadilan, serta bahan hukum sekunder berupa peraturan perundang-undangan, buku, dan jurnal yang berkaitan dengan itsbat nikah dan hukum perkawinan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, pertimbangan hakim dalam menolak permohonan itsbat nikah didasarkan pada anggapan bahwa perkawinan pertama telah berakhir karena Pemohon menikah lagi. Kedua, secara yuridis pertimbangan tersebut tidak sejalan dengan ketentuan hukum perkawinan yang mensyaratkan putusnya perkawinan hanya melalui putusan pengadilan. Ketiga, penolakan permohonan itsbat nikah menimbulkan ketidakpastian hukum terhadap status perkawinan serta berimplikasi pada hak-hak keperdataan para pihak.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Itsbat Nikah, Penolakan Permohonan, Kepastian Hukum, Perlindungan Hukum, Hukum Keluarga Islam. |
| Subjects: | Tajuk Subjek > Agama Islam > Fiqih > Hukum Keluarga, Perkawinan, Pernikahan Menurut Islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 02 Mar 2026 03:50 |
| Last Modified: | 02 Mar 2026 03:50 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/31985 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
