Asnan, M. (2026) Studi Living Hadis "Mahabbah" dalam Tradisi Haul Syekh Muhamamd Ali di Kuala Tungkal Jambi. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (COVER-DAFTAR ISI)
COVER-DAFTAR ISI.pdf - Published Version Download (524kB) |
|
|
Text (bab 1)
M. ASNAN-2215060010-BAB I.pdf - Published Version Download (276kB) |
|
|
Text (bab 3)
M. ASNAN-2215060010-BAB III.pdf - Published Version Download (269kB) |
|
|
Text (bab v)
M. ASNAN -2215060010-BAB V.pdf - Published Version Download (218kB) |
|
|
Text (fulltext)
M. ASNAN-2215060010-FULL TEXT.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji fenomena living hadis mahabbah dalam tradisi haul Syekh Muhammad Ali bin Syekh Abdul Wahab yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Baqiyatush Shalihat, Kuala Tungkal, Jambi. Latar belakang penelitian ini berangkat dari praktik keagamaan masyarakat pesantren yang menghidupkan nilai-nilai hadis mahabbah melalui tradisi haul yang terus dilestarikan hingga saat ini. Tradisi tersebut tidak hanya dipahami sebagai ritual peringatan wafat seorang ulama, tetapi juga sebagai media internalisasi ajaran cinta (mahabbah) kepada ulama dan Nabi Muhammad SAW. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi haul Syekh Muhammad Ali bin Syekh Abdul Wahab dalam perspektif kajian living hadis, dengan menitikberatkan pada bentuk pengamalan hadis mahabbah, proses pelaksanaan tradisi, serta makna yang dirasakan oleh jamaah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam dengan tokoh agama, pengelola pesantren, serta masyarakat, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, hadis mahabbah menjadi landasan normatif dan teologis dalam pelaksanaan tradisi haul, yang dipahami oleh masyarakat sebagai maqam spiritual tertinggi yang menghubungkan kecintaan kepada ulama dengan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Kedua, rangkaian kegiatan haul meliputi tahap pra pelaksanaan berupa persiapan lokasi dan pembentukan panitia, prosesi inti yang terdiri dari pembukaan haul, khataman Al-Qur’an, ziarah kubur, temu ramah alumni, hingga puncak acara dan penutupan. Ketiga, tradisi haul dimaknai oleh jamaah sebagai sarana memperoleh ketenangan batin, mempererat silaturahmi antaralumni pesantren, sesama umat Muslim maupun lintas agama, serta sebagai wadah praktik sedekah sosial yang nyata. Penelitian ini menegaskan bahwa tradisi haul Syekh Muhammad Ali bin Syekh Abdul Wahab merupakan bentuk aktualisasi hadis mahabbah yang hidup dan berfungsi secara sosial-spiritual di tengah masyarakat pesantren, sehingga memperkaya khazanah kajian living hadis dalam konteks tradisi keagamaan lokal di Indonesia.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | living hadis, mahabbah, tradisi haul, syekh muhamammd ali |
| Subjects: | Tajuk Subjek > Agama Islam > Hadits |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Hadis |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 16 Mar 2026 02:38 |
| Last Modified: | 16 Mar 2026 02:38 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/31806 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
