Nst, Efri Jayanti (2022) Sejarah Perempuan Kitab Kuning di Pondok Pesantren Musthafawiyah (1959-2020). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (COVER DAFTAR ISI)
COVER DAFTAR ISI.pdf - Published Version Download (793kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (513kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (590kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version Download (473kB) |
|
|
Text (SKRIPSI FUL TEKS)
SKRIPSI EFRI JAYANTI NST.pdf - Updated Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Fokus permasalahan yang diteliti dalam skripsi ini yaitu, tentang sejarah perempuan dalam pembelajaran kitab kuning di Pondok Pesantren Musthafawiyah, Sumatera Utara, periode 1959-2020. Meskipun pesantren ini telah berdiri sejak 1912, penerimaan santriwati baru dimulai pada 1959, menandai perubahan signifikan dalam sejarah pesantren. Permasalahan itu peneliti kaji dengan menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi empat langkah penelitian sejarah, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Teknik Penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana perempuan mengakses dan mempelajari kitab kuning, serta peran mereka dalam menjaga tradisi keilmuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Musthafawiyah, sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Sumatera Utara, telah memberikan ruang yang signifikan bagi perempuan untuk berkontribusi dalam berbagai aspek kehidupan pesantren. Peran perempuan di Musthafawiyah tidak hanya terbatas pada penerimaan sebagai santriwati, tetapi juga sebagai guru kitab kuning yang berperan penting dalam membimbing santriwati dalam memahami ajaran agama. Metode pengajaran yang beragam, mulai dari bandongan hingga ceramah, menunjukkan adaptasi dan inovasi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menemukan bahwa perempuan di Musthafawiyah juga memainkan peran penting dalam sejarah dan perkembangan pesantren. Tokoh-tokoh perempuan seperti istri dan putri Syekh Musthafa Husein, serta guru-guru perempuan lainnya, memberikan kontribusi yang tak ternilai dalam membentuk karakter dan pemahaman keagamaan santriwati. Mereka menjadi teladan dalam pengajaran, pengabdian, dan pembinaan, menginspirasi generasi penerus. Lebih lanjut, penelitian ini mengungkapkan bahwa perempuan di Musthafawiyah juga menjadi pemelihara Faham Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja). Mereka tidak hanya mempelajari, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai Aswaja dalam kehidupan sehari-hari. Melalui peran mereka dalam keluarga, masyarakat, dan pendidikan, perempuan berkontribusi besar dalam menjaga tradisi, menyebarkan nilai-nilai Aswaja, dan membentuk generasi yang berakhlak mulia. Dengan demikian, peran perempuan sebagai guru, tokoh penting, dan pemelihara nilai-nilai Aswaja menunjukkan bahwa mereka adalah pilar penting dalam menjaga keberlangsungan dan perkembangan pesantren.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Sejarah, Perempuan, Kitab Kuning. |
| Subjects: | Tajuk Subjek > Sejarah, Geografi, Biografi |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah Peradaban Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FAH |
| Date Deposited: | 28 Feb 2026 07:43 |
| Last Modified: | 28 Feb 2026 07:43 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/31797 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
