Rahmadani, Ulmi (2026) Keresahan dalam Al-Qur’an: Analisis Ayat-Ayat Khauf dan Ḥazan dalam Tafsir al-Ṭabarī dan Tafsir al-Azhar. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (cover)
Ulmi Rahmadani-2215050010- Cover.pdf - Published Version Download (645kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB 1.pdf - Published Version Download (441kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB 3.pdf - Published Version Download (290kB) |
|
|
Text (BAB VI)
BAB VI...pdf - Published Version Download (318kB) |
|
|
Text (fulltext)
Ulmi Rahmadani-2215050010-Full text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji konsep keresahan dalam Al-Qur’an melalui analisis terhadap ayat-ayat yang memuat penyandingan kata khauf dan ḥazan dalam dua karya tafsir klasik dan modern, yaitu Jāmi‘ al-Bayān karya Muhammad ibn Jarir al-Tabari dan Tafsir al-Azhar karya Hamka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran ayat-ayat khauf dan ḥazan dalam kedua tafsir tersebut, serta membandingkan penafsiran keduanya terhadap ayat-ayat yang secara eksplisit memuat penyandingan kedua istilah tersebut guna mengidentifikasi persamaan dan perbedaan penafsiran masing-masing mufasir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui telaah terhadap dua kitab tafsir sebagai sumber utama, yaitu Jāmi‘ al-Bayān dan Tafsir al-Azhar, serta didukung oleh literatur sekunder yang relevan. Pengolahan data dilakukan dengan pendekatan tematik (maudhu‘i) melalui pengumpulan dan pengelompokan ayat-ayat yang memuat penyandingan kata khauf dan ḥazan. Analisis data menggunakan metode deskriptif-analitis yang dipadukan dengan pendekatan tafsir muqāran (komparatif) untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan penafsiran antara kedua mufasir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik ath-Ṭabarī maupun Hamka memiliki kesamaan pandangan bahwa hilangnya rasa takut dan sedih merupakan rahmat serta jaminan ketenangan dari Allah bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh. Perbedaan penafsiran keduanya tidak bersifat kontradiktif, melainkan terletak pada pendekatan dan penekanan konteks. Ath-Ṭabarī cenderung menekankan dimensi akhirat dan kondisi setelah kematian, sedangkan Buya Hamka lebih menonjolkan dimensi kehidupan dunia dan ketenangan psikologis manusia. Dengan demikian, perbedaan tersebut saling melengkapi dan memperkaya pemahaman terhadap konsep khauf dan ḥazan dalam al-Qur’an.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Khauf, Ḥazan, Al-Ṭabarī, Hamka, Tafsir Muqāran |
| Subjects: | Tajuk Subjek > Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 10 Mar 2026 00:57 |
| Last Modified: | 10 Mar 2026 00:57 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/31478 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
