Weldawilis, Weldawilis (2025) Syekh Muhammad Said Dan Perkembangan Tarekat Naqsabandiyah Di Bonjol (1918-1979 M). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (cover-daftar isi)
Cover.pdf - Published Version Download (534kB) |
|
|
Text (BAB 1)
BAB I.pdf - Published Version Download (314kB) |
|
|
Text (BAB V- pustaka)
BAB V- pustaka.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (95kB) |
|
|
Text (weldawilis fulltex)
WELDAWILIS fulltex.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Tesis dengan judul Syekh Muhammad Sa’id Dan Perkembangan Tarekat Naqsabandiyah Di Bonjol (1918-1979 M)”, disusun oleh Weldawilis NIM: 2120060001, mahasiswa Magister Sejarah Peradaban Islam, Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang. Permasalahan dalam penelitian ini ialah masyarakat yang belum mengetahui bagaimana biografi dan kiprahnya semasa hidup. Hal ini dikarenakan masih minimnya sumber-sumber sejarah yang menuliskan tentang Syekh Muhammad Sa’id. Penulisan ini bertujuan untuk menjabarkan biografi dan bentuk usaha yang dilakukan Syekh Muhammad Sai’d dalam mengembangkan tarekat Naqsabandiyah di Bonjol serta pola pemikiran Syekh Muhammad Sa’id yang terimplementasi di dalam karya-karyanya di Bonjol. Dalam mengkaji tesis ini penulis menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat langkah yaitu heuristik, kritik sumber, sintesis atau pengolahan data, dan penulisan. Hasil yang didapat menjelaskan 1) Syekh Muhammad Said lahir pada tahun 1980 M, di Padang Baru, Nagari Ganggo Hilia, Bonjol. Sebagaian besar masa kecilnya dihabiskan bersama Ibunya. Saat berusia 8 tahun ia pergi ke Malaysia dan belajar di sana lebih kurang selama 3 tahun. Kemudian kembali ke Bonjol. Syekh Muhammad Said mulai belajar kepada Syekh Mulana Ibrahim Khalidi saat ia berumur 15 tahun, dari tahun 1895-1910 M, kemudian ia melanjutkan belajar di Mekkah sampai tahun 1914 M. Melewati perjalanan Panjang saat pulang pergi ke Mekkah memberikan banyak pengalaman dan pelajaran tersendiri bagi Syekh Muhammad Said. Kemudian pada tahun 1918 ia sampai di Bonjol dan mengembangkan tarekat Naqsabandiyah sampai ia wafat pada tahun 1979, 2)Perkembangan tarekat naqsabandiyah di Bonjol pada masa Syekh Muhammad Said dapat dilihat dari Bentuk usaha yang dilakukannya yaitu: konteks tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah, beliau banyak membimbing murid-murid yang nantinya menjadi penyebar tarekat Naqsyabandiyah, mendirikan beberapa masjid dalam perkembangan tarekat, menghasilkan buku yang berkaitan dengan Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah, ulama senior di PERTI, mendirikan sebuah sekolah bernama Madrasah Tarbiyah Islamiyah, 3) Pola pemikiran Syekh Muhammad Sa’id yang terimplementasi di dalam karya-karyanya di Bonjol yaitu tentang tarekat Naqsyabandiyah pentingnya keseimbangan amalan lahiriah (syariat) dan batiniah (tasawuf), dengan zikir, taat kepada guru, dan pembentukan akhlak yang mulia sebagai fondasi utama dalam mencapai kedekatan dengan Tuhan. Karya-karyanya yaitu a) Naskah ilmu tauhid, b) Naskah sya’ir tasawwuf, c) Naskah tarekat naqsyabandiyah, d) Naskah tasawwuf dan fiqih, e) Naskah shalawat nabi, f) Naskah tasawwuf, g) Naskah tasawwuf, fiqih dan tauhid (campuran), h) Naskah tarekat naqsyabandiyah, i) Naskah rukun shalat, j) Naskah fiqih, k) Naskah do’a-do’a, k) Naskah Penjelasan tarekat naqsyabandiyah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tarekat Naqsabandiyah, Bonjol |
| Subjects: | D History General and Old World > D History (General) |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Magister > Sejarah dan Kebudayaan Islam |
| Depositing User: | Pusat Riset Pascasarjana |
| Date Deposited: | 09 Sep 2025 02:35 |
| Last Modified: | 09 Sep 2025 02:35 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/31131 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
