Subjective Well-Being Ibu dengan Anak Berkebutuhan Khusus yang Menjalani Long Distance Marriage di Kota Padang

Syarifah, Izzatu (2025) Subjective Well-Being Ibu dengan Anak Berkebutuhan Khusus yang Menjalani Long Distance Marriage di Kota Padang. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (cover)
Izzatu Syarifah. NIM 2115040087. Cover .pdf - Published Version

Download (731kB)
[img] Text (bab 1)
Izzatu Syarifah. NIM 2115040087. BAB I.pdf - Published Version

Download (419kB)
[img] Text (Bab 3)
Izzatu Syarifah. NIM 2115040087. BAB III.pdf - Published Version

Download (393kB)
[img] Text (bab v)
Izzatu Syarifah. NIM 2115040087. BAB V.pdf - Published Version

Download (409kB)
[img] Text (fulltext)
Izzatu Syarifah. NIM 2115040087. FULLTEXT.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena ibu yang menjalani pernikahan jarak jauh (LDM) sambil mengasuh anak berkebutuhan khusus (ABK), kondisi yang menuntut peran ganda, pengelolaan emosi yang baik, dan ketahanan psikologis yang tinggi. Situasi tersebut berpotensi memengaruhi subjective well-being (SWB) ibu, yang mencakup kepuasan hidup, afek positif, dan afek negatif. Tujuan penelitian ini adalah menggali pengalaman subjektif ibu dalam menilai kepuasan hidup, mengidentifikasi bentuk afek positif dan negatif yang dialami, serta memahami faktor-faktor yang memengaruhi SWB dalam konteks LDM dengan ABK. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Partisipan terdiri dari dua subjek primer (ibu yang menjalani LDM dan memiliki ABK) dan empat subjek sekunder (anggota keluarga dekat), yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan tahapan fenomenologi Moustakas: epoche, reduksi fenomenologis, variasi imajinatif, dan sintesis makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua subjek mengalami tantangan signifikan, seperti tekanan emosional, perasaan takut melakukan kesalahan dalam pengasuhan, kesepian, kelelahan fisik dan mental, serta keterbatasan dukungan dari pasangan akibat jarak fisik. Namun, ditemukan pula sumber afek positif berupa dukungan dari keluarga inti, keberhasilan kecil dalam perkembangan anak, serta momen komunikasi dengan pasangan. Faktor yang memengaruhi SWB meliputi penerimaan diri, dukungan sosial, dan pengalaman hidup. Penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan emosional dan sosial yang memadai bagi ibu dalam situasi LDM dengan ABK untuk mempertahankan kesejahteraan subjektif mereka.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Subjective Well-Being, Long Distance Marriage, Anak Berkebutuhan Khusus, Ibu
Subjects: Tajuk Subjek > Filsafat dan Psikologi > Psikologi
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Psikologi Islam
Depositing User: Ruang Baca FUSA
Date Deposited: 02 Jun 2026 04:20
Last Modified: 02 Jun 2026 04:20
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/31069

Actions (login required)

View Item View Item