Komunikasi Interpersonal Efektiv Guru Tahfidz Dalam Meningkatkan Hafalan Al-Quran Santri Pondok Pesantren At-Tibyan Desa Teluk Sialang Kuala Tungkal Jambi

Putri, Sindi Anggun (2025) Komunikasi Interpersonal Efektiv Guru Tahfidz Dalam Meningkatkan Hafalan Al-Quran Santri Pondok Pesantren At-Tibyan Desa Teluk Sialang Kuala Tungkal Jambi. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (COVER-DAFTAR ISI)
COVER-DAFTAR LAMPIRAN.pdf

Download (851kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I .pdf

Download (360kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf

Download (289kB)
[img] Text (BAB V dan DAFTAR PUSTAKA)
BAB V.pdf

Download (282kB)
[img] Text (FULL TEXT)
FULL TEXT.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Pondok Pesantren At-Tibyan yang terletak di Desa Teluk Sialang, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, adalah lembaga pendidikan keagamaan yang memiliki tujuan khusus untuk mencetak para penghafal Al-Quran serta membentuk kepribadian santri yang berakhlak mulia. Pesantren At-Tibyan telah beroperasi sejak Maret 2021. Pondok ini memiliki fokus utama pada pembelajaran menghafal Al-Qur’an dengan tujuan tidak hanya menguasai hafalan, tetapi juga memahami dan mampu menjelaskan makna serta kandungan ayat-ayat Al-Quran. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana komunikasi interpersonal efektiv guru tahfidz diterapkan dalam mendukung meningkatkan hafalan santri, serta bagaimana bentuk interaksi yang terjalin antara guru dan santri dalam proses menghafal. Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren At-Tibyan dengan menggunakan metode kualitatif melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa komunikasi interpersonal efektiv guru tahfidz memainkan peran penting dalam membangun kedekatan emosional, diantaranya : 1) Keterbukaan dalam komunikasi interpersonal antara guru dan santri tercermin dari tidak adanya hambatan dalam menyampaikan kelemahan maupun potensi yang dimiliki santri. Guru tidak menutupi penilaiannya terhadap kemampuan santri, sementara santri pun tidak merasa perlu menyembunyikan kesulitan, termasuk saat belum berhasil menghafal. 2) Empati antara guru dan santri tercermin dari kemampuan guru memahami kondisi emosional, tantangan pribadi, serta beban psikologis yang dihadapi santri selama proses menghafal Al-Quran. Guru tidak hanya fokus pada capaian hafalan, tetapi juga menunjukkan kepedulian dan perhatian yang tulus terhadap perasaan serta kebutuhan santri. 3) Sikap mendukung guru tahfidz terlihat dari perhatian dan dorongan yang diberikan kepada santri, baik secara emosional maupun akademik. 4) Sikap positif dari guru tahfidz ditunjukkan melalui optimisme, semangat, dan pandangan baik terhadap santri serta proses hafalan. Jika santri belum mencapai target atau melakukan kesalahan, guru tetap memberikan koreksi dengan bahasa yang lembut dan membangun, bukan dengan kemarahan . 5) Kesetaraan guru dan santri ditandai dengan interaksi yang seimbang dan saling menghargai, di mana kedua pihak memiliki ruang yang sama untuk menyampaikan pikiran, perasaan, dan kebutuhan tanpa adanya pengendalian atau pengaruh sepihak. Kata Kunci : Komunikasi Interpersonal, Efektiv, Guru, Motivasi, Santri

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Komunikasi Interpersonal, Efektiv, Guru, Motivasi, Santri
Subjects: U Umum (General)
Divisions: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi Penyiaran Islam
Depositing User: Ruang Baca FDIK
Date Deposited: 08 Sep 2025 01:52
Last Modified: 08 Sep 2025 02:50
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/30729

Actions (login required)

View Item View Item