Vadilla, Dwi Risty (2025) Rendahnya keberhasilan mediasi terhadap penyelesaian perkara perceraian di Pengadilan Agama Maninjau. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover-Daftar Isi)
DWI RISTY VADILLA_2113010041_Cover - Daftar Isi.pdf - Published Version Download (571kB) |
|
|
Text (Bab I)
DWI RISTY VADILLA_2113010041_BAB I.pdf - Published Version Download (309kB) |
|
|
Text (Bab III)
DWI RISTY VADILLA_2113010041_BAB III.pdf - Published Version Download (321kB) |
|
|
Text (Bab V)
DWI RISTY VADILLA_2113010041_BAB V - Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (241kB) |
|
|
Text (Full Text)
DWI RISTY VADILLA_2113010041_Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Mediasi sebagai alternatif penyelesaian sengketa berdasarkan PERMA No. 1 Tahun 2016 wajib ditempuh setiap perkara perceraian. Namun, tingkat keberhasilan mediasi di Pengadilan Agama Maninjau masih rendah dengan jumlah kasus 759 kasus selama priode 2021-2024. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab rendahnya keberhasilan mediasi dan upaya peningkatannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap hakim mediator di Pengadilan Agama Maninjau .data dianalisis menggunakan teori sistem hukum Lawrence M. Friedman dan teori efektivitas hukum Soerjono Soekanto untuk memahami dinamika implementasi mediasi dalam konteks Peradilan Agama. Hasil penelitian mengungkap enam faktor utama penyebab rendahnya keberhasilan mediasi: Pertama, Para pihak bersikeras untuk bercerai akibat masalah serius seperti kehadiran orang ketiga, kekerasan dalam rumah tangga, dan ketidakmampuan ekonomi; Kedua: Tingkat kesulitan kasus yang tinggi dengan konflik berkepanjangan; Ketiga: Rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya mediasi; keempat: Pandangan mediasi sebagai formalitas belaka; kelima, Kurangnya itikad baik para pihak dalam mengikuti proses mediasi; keenam, Keterbatasan kemampuan mediator dalam menangani kasus-kasus kompleks.adapun upaya peningkatan keberhasilan mediasi memerlukan pendekatan komprehensif melalui peningkatan keterampilan mediator dengan pelatihan berkelanjutan, membangun kepercayaan para pihak melalui netralitas dan transparansi, menciptakan lingkungan yang mendukung proses mediasi, menerapkan teknik komunikasi yang efektif, menyusun kesepakatan yang jelas dan dapat diterima, serta melakukan evaluasi dan tindak lanjut pasca-mediasi. Pendekatan kearifan lokal seperti konsep "rembukan" dalam budaya Minangkabau dapat menciptakan suasana dialog yang konstruktif sesuai karakteristik masyarakat setempat.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Mediasi, Perceraian, Penyelesaian Sengketa |
| Subjects: | Tajuk Subjek > Agama Islam > Fiqih > Hukum Pengadilan Islam, Hukum Perdata Islam K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 07 Sep 2025 11:36 |
| Last Modified: | 07 Sep 2025 11:36 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/30529 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
