Juita, Kurnia (2025) Penerapan Layanan Konseling Individual dalam Membantu Mengatasi Perilaku Membolos Peserta Didik MTsN 9 Agam. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover-kata pengantar)
cover dll.pdf - Published Version Download (4MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (4MB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (4MB) |
|
|
Text (BAB V dan Daftar Pustaka)
BAB V & DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (4MB) |
|
|
Text (Full text)
SKRIPSI KURNIA JUITA.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Masalah perilaku membolos yang sering terjadi pada peserta didik di MTsN 9 Agam sehingga mengganggu proses belajar dan prestasi akademik peserta didik. Tingginya frekuensi membolos menunjukkan perlunya upaya khusus untuk mengatasi perilaku tersebut agar peserta didik dapat mengikuti pembelajaran secara optimal dan berkembang secara menyeluruh. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pihak sekolah, khususnya guru Bimbingan dan Konseling MTsN 9 Agam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana layanan konseling individual dapat membantu mengatasi perilaku membolos peserta didik MTsN 9 Agam. Fokus utama penelitian ini yaitu pada tahap-tahap layanan konseling individual dalam membantu mengatasi perilaku membolos peserta didik di MTsN 9 Agam yaitu tahap awal, tahap pertengahan dan tahap akhir. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru BK dan peserta didik membolos, penetepan subjek dilakukan dengan teknik purposive sampling, sehingga diperoleh 1 orang guru BK dan 6 orang peserta didik. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa: Penerapan layanan konseling individual pada, 1) tahap awal, guru BK membangun hubungan baik dengan 6 orang peserta didik, guru BK membuat penaksiran dan penjajakan terhadap penyebab membolos seperti: Faktor keluarga, pengaruh teman, bosan, dan malas belajar. Kemudian guru BK menegosiasi kontrak dan menyepakati kontrak waktu bersama peserta didik selama 1 kali dalam seminggu. 2) tahap pertengahan guru BK mengeksplorasi penyebab perilaku membolos ditemukan sebagian peserta didik membolos disebabkan oleh pengaruh teman dan sebagian disebabkan oleh faktor keluarga, bosan, dan malas belajar. 3) tahap akhir terlihat meningkatnya kesadaran peserta didik akan pentingnya kehadiran di sekolah, kemudian guru BK melakukan evaluasi, tindak lanjut agar peserta didik tidak kembali ke kebiasaan membolos.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Konseling ndividual, membolos, peserta didik |
| Subjects: | U Umum (General) > Psikologi |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Bimbingan Konseling Pendidikan Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FTK |
| Date Deposited: | 07 Sep 2025 13:09 |
| Last Modified: | 07 Sep 2025 13:09 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/29094 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
