Juliasmi, Havika (2025) Tabayyun dalam Al-Qur'an Ayat 6 (Analisis Pendekatan Ma'na Cum-Maghza). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (cover-daftar isi)
Cover-Daftar Isi.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB 1)
BAB I.pdf - Published Version Download (422kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (224kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version Download (269kB) |
|
|
Text (Havika Juliasmi.2115050141.full text)
Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi dari maraknya fitnah yang tersebar di berbagai sumber, yang berpotensi memicu perpecahan antar umat. Dalam Al-Qur’an, telah diberikan solusi untuk menghadapi isu-isu fitnah yang cepat menyebar, salah satunya dalam Qs. Al-Hujurat (49) ayat 6. Ayat ini menekankan pentingnya tabayyun, yaitu menyaring informasi terlebih dahulu dan tidak tergesa-gesa dalam menerima berita. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memahami ma’na tarikhi (makna historis), maghza tarikhi (signifikansi historis), dan maghza mutaharrik mu’asir (signifikansi fenomenal dinamis kontemporer) dalam Qs. Al-Hujurat ayat. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam mengenai cara menyaring informasi melalui konsep tabayyun dalam Qs. Al-Hujurat ayat 6. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan studi kepustakaan atau library research dengan metode kualitatif dan teori yang penulis gunakan yaitu teori pendekatan Ma’na cum-maghza. Berdasarkan pada teori ma’na cum maghza yang berfokus pada tiga makna yaitu ma’na tarikhi, maghza tarikhi dan al-maghza al-mutaharrik al-mu’asir, maka penulis menganalisis sebagai berikut: 1) Ma’na tarikhi pada Qs Al-Hujurat ayat 6, Fatabayyanu ̃ dimaksudkan untuk teliti dan memeriksa lebih jelas informasi dengan tidak langsung menerima berita tersebut terutama pembawa berita adalah orang fasik. 2) Maghza tarikhi yaitu tabayyun yang dilakukan adalah mencari dari sumber awal yang merupakan prinsip pada masa lampau baik itu secara langsung maupun tidak langsung. 3) al-maghza al-mutaharrik pada Qs Al-Hujurat (49) ayat 6 ini dapat dikontekstualisasikan dan sangat relevan dengan problem saat ini. Apalagi mudahnya akses internet membuat masyarakat untuk berbagi informasi, maka bertabayyun pada zaman yang di penuhi teknologi saat ini seperti televisi, koran maupun media sosial merupakan salah satu solusi dari pencegahan fitnah antar sesama.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Al-Qur'an, Tabayyun, Teori Ma'na Cum-Maghza |
| Subjects: | Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 10 Mar 2025 17:23 |
| Last Modified: | 10 Mar 2025 17:23 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/25818 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
