'Illat Perubahan Budaya Hukum Cerai Gugat dan Cerai Gugat Pada Masyarakat Kamang

Fadhilah Mahfuzah, Fadhilah (2025) 'Illat Perubahan Budaya Hukum Cerai Gugat dan Cerai Gugat Pada Masyarakat Kamang. Masters thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover, dll)
Fadhilah Mahfuzah (Cover).pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
Fadhilah Mahfuzah (BAB I).pdf - Published Version

Download (509kB)
[img] Text (BAB III)
Fadhilah Mahfuzah (BAB III).pdf - Published Version

Download (350kB)
[img] Text (BAB V, dll)
Fadhilah Mahfuzah (BAB V, dll).pdf - Published Version

Download (875kB)
[img] Text (FULL TEXT)
Fadhilah Mahfuzah (Full Text).pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Studi ini dimaksudkan untuk mengetahui lebih mendalam mengapa terjadinya peningkatan cerai gugat dan penurunan cerai talak. Riset ni menemukan tiga hal: pertama, bagaimana varian cerai gugat dan cerai talak dalam masyarakat Kamang. Kedua, apa alasan terjadinya peningkatan cerai gugat dan penurunan cerai talak dalam masyarakat Kamang. Ketiga, apa dampak peningkatan cerai gugat dan penurunan cerai talak terhadap perubahan budaya hukum. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode kualitatif. Sumber data yang digunakan meliputi sumber data primer berupa wawancara dengan hakim, panitera, Datuak Maka, ketua KAN Kamang serta masyarakat lainnya. Sumber data sekunder berupa buku-buku dan jurnal yang relevan dengan studi ini. Teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Temuan dalam studi ini: pertama, varian peningkatan cerai gugat dikategorikan menjadi delapan yaitu cerai gugat karena nafkah, cerai gugat karena zina, cerai gugat karena kekerasan, cerai gugat karena penyimpangan seksual, cerai gugat karena perselisihan, cerai gugat karena pihak ketiga, cerai gugat karena melanggar taklik talak dan cerai gugat karena judi online. Adapun varian penurunan cerai talak dikategorikan menjadi enam yaitu cerai talak karena berselisih, cerai talak karena sihir, cerai talak karena tidak dihargai, cerai talak karena sering berbohong, cerai talak karena pihak ketiga dan cerai talak karena penyimpangan seksual. Kedua, alasan peningkatan cerai gugat dan penurunan cerai talak meliputi: alasan sosial, ekonomi, budaya, agama dan hubungan psikologis dalam rumah tangga. Ketiga, dampak peningkatan cerai gugat dan cerai talak terhadap perubahan budaya hukum yaitu ketidakpatuhan masyarakat terhadap tradisi adat, penguatan hukum adat dan munculnya institusi budaya hukum baru di tengah-tengah masyarakat. Berdasarkan tiga temuan di atas dapat disimpulkan bahwa Peningkatan cerai gugat dan penurunan cerai talak menjadi muhasabab yang dibolehkan demi kemaslahatan rumah tangga terhadap penjagaan kesehatan jiwa dan sesuai dengan hukum Islam. Perubahan budaya dengan aturan tradisi adat memberikan manfaat untuk meminimalisir perceraian.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Perceraian, Budaya Hukum, ‘Illat
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Program Pascasarjana > Program Magister > Hukum Keluarga
Depositing User: Pusat Riset Pascasarjana
Date Deposited: 11 Mar 2025 02:22
Last Modified: 11 Mar 2025 02:22
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/25546

Actions (login required)

View Item View Item