Thayyib dan Khabi(s) dalam Penafsiran Al-Azhar Karya Buya Hamka

Putri, Mirna (2025) Thayyib dan Khabi(s) dalam Penafsiran Al-Azhar Karya Buya Hamka. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover-Daftar Isi)
cover-Daftar isi mirna okk.pdf - Published Version

Download (553kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I. watermark mirna pdf.pdf - Published Version

Download (388kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III mirna watermark .pdf - Published Version

Download (338kB)
[img] Text (BAB V-DAPUS)
BAB V & DAPUS watermark mirna.pdf - Published Version

Download (245kB)
[img] Text (SKRIPSI FULL TEKS)
skripsi full teks mirna putri .pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Adapun tujuan peneletian ini adalah untuk mengetahui apa saja makna kata thayyib dan kha ̅bis ̇ menurut tafsir al-Azhar, bagaimana penafsiran kata thayyib dan kha ̅bis ̇ menurut tafsir al-Azhar, dan apa hikmah kata thayyib dan kha ̅bis ̇ menurut tafsir al-Azhar.Penelitian ini merupakan penelitian keperpustakaan (library research), menggunakan sumber data primer berupa tafsir al-Azhar karya Buya Hamka. Sedangkan data sekundernya yaitu dari kitab tafsir, buku-buku, artikel-artikel dan literature lain yang berkaitan dengan penelitian. Hasil penelitian ini adalah Pertama kata Thayyib dan Kha ̅bis ̇ secara bersamaan dilafazkan dalam al-Qur’an sebanyak 8 kali dalam 7 surah makna diantaranya adalah tentang infak, segala perbuatan manusia, harta, negeri, makanan yang baik dan buruk. Kedua penafsiran Hamka dalam tafsir al-Azhar bahwa kata Thayyib dan Kha ̅bis ̇ adalah orang yang beriman akan melakukan kebaikan sedangkan tetapi orang yang tidak beriman akan melakukan keburukan seperti ketika memberi suatu barang haruslah suatu disenangi bukan yang dibenci.Tidak boleh mengambil harta yang bukan haknya seperti harta rampasan dan harta anak yatim ataupun cara mendapatkan harta dengan korupsi, dan riba’. Maupun perbuatan kotor, seperti dendam, benci dan khizit. Tanah yang subur akan tumbuh tanaman sedangkankan tanah yang gersang tidak akan tumbuh tanaman. Makanan yang baik yaitu binatang ternak, unta, kambing, domba yang disembelih atas nama Allah, sedangkan makanan buruk yaitu makanan yang menjijikkan seperti, darah bangkai yang mengalir, babi dan yang disembelih untuk berhala.. Ketiga hikmah dalam kata Thayyib dan Kha ̅bis ̇ kata yang baik-baik disebutkan terlebih dahulu karena banyak yang baik terdapat dialam. Agar manusia dapat membedakan antara yang baik dan buruk seperti tidak boleh mengambil harta rampasan yang bukan haknya, menukarkan harta anak yatim yang berkualitas bagus dengan yang buruk mutunya. Supaya manusia mendidik akal dan hati agar selalu bertakwa dan beriman kepada Allah, agar manusia tidak melakukan hal yang buruk seperti korupsi,riba, iri hati, dengki dan dendam. Allah memerintahkan manusia agar melestarikan alam dan berterimakasih kepada Allah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Thayyib dan Kha ̅bis ̇, Tafsir, al-Azhar
Subjects: Tajuk Subjek > Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Ruang Baca FUSA
Date Deposited: 08 Mar 2025 08:36
Last Modified: 08 Mar 2025 08:36
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/25192

Actions (login required)

View Item View Item