KEBOLEHAN TRADISI NGAKU INDAOK PADA MASYARAKAT HIANG PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

Izzati, Nurul (2025) KEBOLEHAN TRADISI NGAKU INDAOK PADA MASYARAKAT HIANG PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. Masters thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (cover dll)
Nurul Izzati_2320040007_Cover-Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
Nurul Izzati_2320040007_BAB I.pdf - Published Version

Download (530kB)
[img] Text (BAB III)
Nurul Izzati_2320040007_BAB III.pdf - Published Version

Download (628kB)
[img] Text (BAB V)
Nurul Izzati_2320040007_BAB V.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Full Text)
Nurul Izzati_2320040007_Full Text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Tesis ini bertujuan untuk menganalisis tinjauan hukum Islam terhadap tradisi ngaku indaok pada masyarakat Hiang Kecamatan Sitinjau Laut Kabupaten Kerinci. Terdapat empat hal utama yang menjadi sorotan dalam penelitian ini. Pertama, mendeskripsikan latar belakang pelaksanaan tradisi ngaku indaok pada masyarakat Hiang Kecamatan Sitinjau Laut Kabupaten Kerinci. Kedua, mengeksplorasi proses pelaksanaan tradisi ngaku indaok pada masyarakat Hiang Kecamatan Sitinjau Laut Kabupaten Kerinci. Ketiga, menganalisis akibat hukum yang ditimbulkan dari tradisi ngaku indaok pada masyarakat Hiang Kecamatan Sitinjau Laut Kabupaten Kerinci. Keempat, menganalisis tinjauan hukum Islam terhadap tradisi ngaku indaok di masyarakat Hiang Kecamatan Sitinjau Laut Kabupaten Kerinci. Jenis penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode kualitatif. Sumber data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan beberapa tokoh adat, tokoh agama, serta pihak-pihak yang memiliki keterlibatan langsung dalam tradisi "Ngaku indaok", sedangkan sumber data sekunder didapatkan dari buku dan jurnal-jurnal yang relevan dengan tulisan ini. Adapun temuan dalam studi ini ialah Tradisi Ngaku Indaok di masyarakat Hiang berakar dari kepercayaan adat sebagai upaya penyembuhan anak yang sering sakit, nazar agar mempunyai keturunan dan perlindungan dari kematian dini. Tradisi ini mencerminkan harapan orang tua untuk kesejahteraan anak melalui pengakuan simbolis sebagai anak indaok. Prosesi ini melibatkan pemilihan calon indaok, kenduri nyerah oleh keluarga anak, serta kenduri nimo anak oleh keluarga indaok, yang diiringi doa dan harapan baik bagi anak yang disebut peno. Secara hukum adat, tradisi ini tidak memindahkan hak asuh atau mengubah nasab anak, tetapi melarang anak memanggil ibu kandung dengan sebutan "ibu" dan mencegah pernikahan antara anak angkat dengan anak kandung indaok. Dalam perspektif hukum Islam, tradisi ini tidak sepenuhnya bertentangan karena tidak mengubah hak waris dan nasab, namun larangan perubahan panggilan ibu dapat merugikan ibu kandung jika tidak dilakukan dengan persetujuannya. Selain itu, larangan pernikahan yang tidak berlandaskan syariat termasuk ’Urf Fāsid, karena membatasi hak memilih pasangan hidup yang halal menurut Islam.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Tradisi; Ngaku Indaok; Hukum Islam
Subjects: Tajuk Subjek > Agama Islam > Fiqih
Divisions: Program Pascasarjana > Program Magister > Hukum Keluarga
Depositing User: Pusat Riset Pascasarjana
Date Deposited: 30 Apr 2025 03:46
Last Modified: 30 Apr 2025 03:46
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/25037

Actions (login required)

View Item View Item