Atmaina, Sulfani (2025) Media Sosial Sebagai Pemicu Perceraian Pada Era Digital Di Pengadilan Agama Pariaman. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (COVER - DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI SA.pdf - Published Version Download (592kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I SA.pdf - Published Version Download (398kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III SA.pdf - Published Version Download (506kB) |
|
|
Text (BAB V - DAFTAR PUSTAKA)
BAB V - Daftar Pustaka SA.pdf - Published Version Download (351kB) |
|
|
Text (FULL SKRIPSI)
FULL TEXT SA.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi oleh banyaknya berita dan putusan perceraian di beberapa daerah salah satunya di Pengadilan Agama Pariaman yang dipicu oleh penggunaan media sosial yang dilakukan oleh pasangan suami istri. Hal ini menimbulkan perselisihan dan pertengkaran yang dapat berakibat pada perceraian. Adapun yang menjadi pertanyaan dalam penelitian ini adalah: 1) Kenapa media sosial dapat menjadi pemicu terjadinya perceraian?. 2) Apa bentuk-bentuk penyalahgunaan media sosial pada putusan perceraian di Pengadilan Agama Pariaman?. Penelitian ini menggunakan metode penelitian mixed. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif-empiris (law in research) yaitu dengan menganalisis putusan perceraian yang dipicu oleh penyalahgunaan media sosial, serta melakukan wawancara kepada narasumber dari lembaga Pengadilan Agama Pariaman. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil dari penelitian ini adalah: 1) Media sosial dapat menjadi pemicu terjadinya perceraian karena terdapat beberapa alasan utama dalam perkara perceraian yang terkait dengan media sosial yaitu: karena kurang terbukanya antara pasangan, karena kecanduan dan tidak adanya kontrol diri dan karena perselingkuhan. Ketiga faktor ini dapat menimbulkan perselisihan antara pasangan yang dapat berujung pada perceraian. 2) Berdasarkan bentuk-bentuk penyalahgunaan media sosial pada putusan perceraian yang penulis jelaskan, penulis mengelompokkan 10 putusan tersebut dalam tiga kelompok: empat putusan diantaranya berisi penyalahgunaan media sosial oleh para pihak untuk melakukan perselingkuhan secara online. tiga putusan berisi penggunaan media sosial yang tidak terkontrol oleh para pihak, sehingga menimbulkan perselisihan yang berujung pada perceraian di Pengadilan Agama. Dan tiga putusan lainnya berisi ketidakterbukaan antara pasangan yang menghilangkan rasa saling percaya dan kecemburuan antara para pihak.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Media Sosial, Perceraian, Era Digital |
| Subjects: | Agama Islam > Agama Islam Umum Agama Islam > Agama Islam Umum > Islam dan Bidang Lainnya Agama Islam > Agama Islam Umum > Muslim, Orang Islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 07 Mar 2025 02:07 |
| Last Modified: | 07 Mar 2025 02:07 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/24915 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
