Oktavia, Cherry Sefda (2025) Gambaran Dukungan Sosial Keluarga Terhadap Penderita Skizofrenia (Studi Kasus Pada Subjek S di Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (cover dll)
Cover-Daftar Isi (1).pdf - Published Version Download (591kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I Cherry Sefda Oktavia.pdf - Published Version Download (363kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III Cherry Sefda Oktavia.pdf - Published Version Download (136kB) |
|
|
Text (BAB V-Daftar Pustaka)
BAB V-Daftar Pustaka Cherry Sefda Oktavia.pdf - Published Version Download (206kB) |
|
|
Text (fulltext)
Cherry Sefda Oktavia_1915040134_FULLTEXT.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Dukungan sosial dapat diperoleh dari lingkungan informal, seperti keluarga, teman, rekan kerja, atasan dan beberapa lagi dari lingkungan bantuan formal, seperti pekerja kesehatan, pekerja jasa kemanusiaan. bentuk dari dukungan sosial khususnya dari keluarga yang dapat membantu proses pemulihan pada penderita Skizofrenia antara lain: dukungan pendampingan, dukungan emosional, dukungan instrumental, dukungan kelompok, dan dukungan informasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran dukungan sosial keluarga pada penderita Skizofrenia di Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian berjumlah satu orang yang ditetapkan dengan menggunakan jenis pendekatan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan model studi kasus, kemudian dua orang informan sebagai subjek sekunder dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik analisis data model interaktif Miles & Huberman yaitu pengumpulan data, penyajian data, reduksi data, dan kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini adalah Subjek S sudah mendapatkan dukungan sosial keluarga dari lingkungan sekitar sudah cukup seperti mendapatkan dukungan emosional (Kasih sayang, Kepedulian, & Perhatian) selama dirawat jalan di rumah. S merasa disayangi ibunya karena selalu membujuk S saat tidak mau makan dan minum obat dan menyuapi makan maupun memberikan dukungan semoga cepat sembuh dari penyakitnya. Selanjutnya S merasa masih banyak orang yang peduli terhadapnya terutama keluarganya sendiri saat mengingatkan S untuk segera minum obat. Selain itu, S juga merasa diperhatikan oleh keluarga maupun tetangga di sekitar tempat tinggal S. Keluarga S sudah memberikan dukungan penilaian seperti mendengarkan keluhan S selama menjalani pengobatan di Rumah Sakit Jiwa, menuruti kemauan S dan membuat S nyaman saat tinggal bersama keluarga sehingga S merasa lebih dihargai oleh orang di sekitarnya serta menerima makanan dari orang lain walaupun makanan itu tidak terlihat enak seperti makanan yang dimakan biasanya setidaknya terima saja dan tidak mengeluh kepada orang itu. Merasakan dukungan instrumental berupa bantuan langsung dari lingkungan sekitar dalam menjalani perawatan di rumah. S mendapatkan bantun langsung dari lingkungan sekitarnya seperti ayah, ibu dan kakak. Dukungan informatif bahwa S sudah mendapatkan nasehat dari keluarga terkait mengikuti prosedur pengobatan seperti rutin kontrol ke Rumah Sakit Jiwa, minum obat teratur setiap harinya dan S diharapkan untuk lebih terbuka terhadap orang disekitarnya terutama keluarga mengenai kondisi dan perasaan yang sedang dirasakan. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat empat bentuk dukungan sosial keluarga yang diterima oleh penderita Skizofrenia di Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan karena memenuhi semua indikator dari aspek-aspek dukungan sosial tersebut di antaranya yaitu dukungan emosional, dukungan penilaian, dukungan instrumental, dan dukungan informatif. Hal tersebut juga di perkuat dengan adanya rasa peduli dan perhatian dari orang lain/tetangga selama keluarga merawat S baik di rumah sakit jiwa maupun di rumah. Tetangga juga peduli dengan kondisi S dan bahkan sering memberikan solusi dan nasehat kepada keluarga S saat merasa kesulitan menghadapi kondisi penyakit S yang semakin hari semakin memburuk sehingga berulang kali menyarankan keluarga untuk membawa S pergi berobat ke tempat yang belum pernah dikunjungi berharap penyakit S bisa sembuh akan tetapi hasilnya tetap sama tidak ada perubahannya dengan berobat di tempat yang sebelumnya.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Dukungan Sosial, Keluarga, Skizofrenia |
| Subjects: | U Umum (General) > Psikologi |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Psikologi Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 04 Mar 2025 01:57 |
| Last Modified: | 04 Mar 2025 01:57 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/24485 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
