Markis Afriyenti, Lini (2025) Refleksi Tasawuf Imam Al-Ghazali dalam Perjalanan Spiritual Fahmi di Novel Api Tauhid. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
|
Text (cover dll)
Lini Afriyenti Markis 2115010042. Cover Skripsi.pdf - Published Version Download (2MB) |
|
|
Text (BAB 1)
BAB I.,pdf.pdf - Published Version Download (330kB) |
|
|
Text (BAB 3)
BAB 3,.pdf - Published Version Download (318kB) |
|
|
Text (BAB 5)
BAB 5.,docx.pdf - Published Version Download (327kB) |
|
|
Text (Fulltext)
Lini Afriyenti Markis 2115010042. Skripsi.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji konsep tasawuf yang disajikan dalam novel dan berfokus pada signifikasinya terhadap perjalanan spiritual tokoh utama, Fahmi. Sufisme disajikan sebagai sarana pemurnian diri dan jalan menuju hubungan yang lebih dekat dengan Allah. Narasi ini menggambarkan bagaimana Fahmi, yang dipandu oleh ajaran Badiuzzaman, memulai perjalanan transformatif yang menenkankan pentingnya karakter yang mulia dan meningkatkan sifat-sifat negatif. Penelitian ini berjenis keperpustakaan (library research), sumber utama pengambilan data dari penelitian ini yaitu Api Tauhid itu sendiri dan dilengkapi dengan sumber-sumber pendukung yang berkaitan dengan penelitian ini seperti jurnal-jurnal, buku-buku yang penulis temukan. Metodologi ini memungkinkan dilakukan analisis mendalam terhadap nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam novel dan bagaimana konsep tasawuf Imam Al-Ghazali tercermin dalam perjalanan spiritual yang dialami oleh Fahmi dan untuk mengetahui relevansi ajaran tasawuf dalam kehidupan sehari-hari. Spiritualitas adalah pencarian makna, tujuan dan transendensi dalam hidup. Menurut Viktor Frankl, pencarian makna adalah dorongan utama manusia. Dalam Islam, tasawuf menekankan penyucian jiwa dan mendekatkan diri kepada Allah. Karya sastra perperan dalam menyampai nilai-niali spiritual dan agama. Novel Api Tauhid merupakan salah satu contoh yang sarat akan pesan spiritual, terutama melalui perjalanan tokoh utama Fahmi. Mengalami transformasi spiritual yang terinspirasi dari ajaran Badiuzzaman Said Nursi, yang menekankan nilai-nilai ketakwaan dan perjuangan dalam membela akidah. Hasil dari penelitian ini berupa, Pertama: transformasi karakter Fahmi sebelum dan sesudah mengalami perjalanan ke Turki Fahmi adalah sosok yang dilanda kegelisahan dan kebimbangan akibat permasalahan rumah tangganya dengan Nuzula, yang membuatnya terjebak dalam ketidakpastian dan tekanan batin. ia memilih untuk melakukan i’tikaf di Masjid Nabawi, berharap menemukan jawaban melalui ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Ia memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an hingga 40 kali, dan berusaha untuk mencapai ketenangan jiwa, tetapi tetap dihantui oleh kebingungan, kesedihan, dan tekanan emosional yang mendalam. Sesudah perjalanan spiritual Fahmi mengalami Penderitaan fisik yang membuatnya semakin kuat dalam keyakinannya kepada Allah, hingga akhirnya ia menjadi pribadi yang lebih sabar, ikhlas, dan mantap dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam memperbaiki hubungannya dengan Nuzula. Kedua: Aspek-Aspek Spiritual Tokoh Fahmi dalam Novel Api Tauhid melalui aspek-aspek spiritual yaitu akidah ialah keyakinan hati yang teguh tanpa adanya keraguan mengenai pembuat keputusan terlepas dari apakah pilihan tersebut benar atau salah, akhlak ialah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan macam-macam perbuatan dengan gampang dan mudah tanpa memerlukan pertimbangan pemikiran, dan syariat merupakan aturan yang diturunkan Allah untuk ditaati umat-Nya berdasarkan keimanan. Ketiga: Novel Api Tauhid Ditinjau dari Konsep Tasawuf Imam Al-Ghazali: Takhalli, Tahalli dan Tajalli Tazkiyatun Nafs (Penyucian Jiwa) melalui 3 penyucian jiwa yaitu: (1) Takhalli (Pengosongan) merupakan suatu upaya untuk membebaskan diri dari pikiran, etika yang buruk, (2) Tahalli (Pengisian) pada tahap ini, seorang perlu mengisi dirinya dengan sifat-sifat terpuji, baik dalam fisik maupun rasional (3) Tajalli (Penyinaran Ilahi) pada tahapan ini seorang salik mencapai puncak spiritual, di mana hatinya terbebas dari tabir dan hijab yang menghalanginya. Maqamat (Tahapan Rohani dalam Tasawuf), terdapat beberapa maqam-maqam yaitu: taubat peroses transportasi spiritual di mana seseorang beralih dari jalan kemaksiatan menuju ketaatan kepada Allah, wara’ adalah sikap hati-hati terhadap hal-hal yang akan menjauhkan sesorang dari Allah, zuhud adalah mentalitas yang berupa menghindari kesenangan duniawi dan bahkan mengingkari legalitas, faqr pemahaman bahwa manusia itu sendiri tidak ada nilainya sedikit pun di hadapan Allah SWT , sabar tehadap kewajiban menandakan ketabahan dalam memenuhi tugas dan perlunya menyembah Allah, tawakkal kepada Allah berarti menjadi Allah sebagai wakil dalam urusan segala hal dan sepenuhnya bergantung kepada-nya untuk menyelesaikan segala urusan dan ridha berarti upaya untuk menerima qada dan qadar dengan senang hati.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci : Tasawuf, Tazkiatun Nafs , dan Perjalanan Spiritual. |
| Subjects: | U Umum (General) > Filsafat Agama Islam > Tasawuf |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 04 Mar 2025 01:59 |
| Last Modified: | 04 Mar 2025 01:59 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/24459 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
