Aplikasi Teori Double Movement Fazlur Rahman Terhadap Motif Larangan Membunuh Anak dalam AL-QUR’AN

Yufliana, Neri (2025) Aplikasi Teori Double Movement Fazlur Rahman Terhadap Motif Larangan Membunuh Anak dalam AL-QUR’AN. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover- Daftar isi)
cover-daftar isi.pdf - Published Version

Download (2MB)
[img] Text (Bab I)
Bab I.pdf - Published Version

Download (654kB)
[img] Text (Bab III)
Bab III.pdf - Published Version

Download (498kB)
[img] Text (Bab V - Daftar Pustaka)
Bab V- Daftar Pustaka .pdf - Published Version

Download (4MB)
[img] Text (Full Text)
Skripsi full text .pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (58MB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Apa makna penafsiran imlaq terhadap larangan membunuh anak dalam al-Qur’an menurut mufassir klasik dan kontemporer dan implementasi teori double movement tentang penafsiran imlaq terhadap larangan membunuh anak dalam al-Qur’an menurut Fazlur Rahman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data penelitian ini berupa sumber primer, yaitu buku fazlur Rahman, kitab tafsir yang bercorak adabi ijtima’I, sedangkan sumber sekunder, yaitu artikel, dan jurnal ilmiah, kamus-kamus arab. Adapun analisis data yaitu deskriptif. Objek penafsirannya adalah makna imlaq dengan teori double movement fazlur Rahman. Hasil dari penelitian ini menurut mufassir klasik dan kontemporer makna Imlaq dalam al-Qur’an surah al-An’am ayat 151 dengan surat al-Isra’ ayat 31 memiliki redaksi yang sama yaitu kata Imlaq (kemiskinan), tetapi dalam kasus yang berbeda. Dalam QS. al-An’am makna imlaq menafsirkan bahwa motifasi pembunuhan yang dibicarakan oleh ayat al-An’am itu, adalah kemiskinan yang sedang dialami oleh ayah dan kekhawatirannya akan semakin terpuruk dalam kesulitan hidup akibat lahirnya anak. Adapun dalam surah Al-Isra’: 31 makna imlaq (kemiskinan) belum terjadi, baru dalam bentuk kekhawatiran. Karena itu dalam ayat tersebut ada penambahan kata “khasyyat” yakni takut. Kemiskinan yang dikhawatirkan itu adalah kemiskinan yang boleh jadi akan dialami anak. Adapun implementasi teori double movement tentang penafsiran makna imlaq dalam larangan membunuh anak menurut fazlur rahman ini bertujuan untuk menghargai hak hidup dan menanamkan sikap husnudzan terhadap ketetapan Allah SWT.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Double Movement, Fazlur Rahman, Larangan Pembunuhan Anak, Al-Qur'an.
Subjects: Tajuk Subjek > Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Ruang Baca FUSA
Date Deposited: 04 Mar 2025 03:24
Last Modified: 04 Mar 2025 03:24
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/24394

Actions (login required)

View Item View Item