Nasution, Rizki Amaliah (2026) Penerapan Segregasi Gender pada Pembelajaran IPS di Kelas VIII MTsN 1 Kota Payakumbuh. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (COVER-DAFTAR ISI)
SKRIPSI_RIZKI_AMALIAH_NASUTION_NIM2214090080_COVER-DAFTAR ISI.pdf - Published Version Download (2MB) |
|
|
Text (BAB I)
SKRIPSI_RIZKI_AMALIAH_NASUTION_NIM2214090080_BAB I.pdf - Published Version Download (3MB) |
|
|
Text (BAB III)
SKRIPSI_RIZKI_AMALIAH_NASUTION_NIM2214090080_BAB III.pdf - Published Version Download (3MB) |
|
|
Text (BAB V-DAFTAR PUSTAKA)
SKRIPSI_RIZKI_AMALIAH_NASUTION_NIM2214090080_BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (3MB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
SKRIPSI_RIZKI_AMALIAH_NASUTION_NIM2214090080_FULLTEXT.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan segregasi gender serta dampaknya terhadap keaktifan belajar dan interaksi sosial siswa pada pembelajaran IPS di kelas VIII MTsN 1 Kota Payakumbuh. Fokus penelitian ini adalah bagaimana sistem segregasi gender diterapkan dalam pembelajaran IPS dan bagaimana pengaruhnya terhadap aktivitas belajar serta hubungan sosial peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Informan penelitian terdiri atas Wakil kepala madrasah bidang kurikulum, guru IPS, dan siswa kelas VIII MTsN 1 Kota Payakumbuh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan segregasi gender dilakukan melalui pemisahan kelas antara siswa laki-laki dan siswa perempuan selama proses pembelajaran. Sistem ini mampu menciptakan suasana belajar yang lebih tertib dan kondusif, meningkatkan fokus belajar, serta mendorong siswa untuk lebih aktif bertanya, berdiskusi, dan mengemukakan pendapat. Interaksi sosial antar teman yang sejenis berlangsung lebih aktif dan komunikatif, namun interaksi antara siswa laki-laki dan perempuan menjadi lebih terbatas. Secara keseluruhan, dampak positif penerapan segregasi gender lebih dominan dibandingkan dampak negatifnya terhadap pembelajaran IPS. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar pihak madrasah mempertahankan penerapan segregasi gender yang telah berjalan dengan baik serta terus melakukan evaluasi secara berkala. Madrasah juga diharapkan dapat menyediakan berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh peserta didik sebagai sarana untuk mengembangkan interaksi sosial secara positif. Guru diharapkan terus meningkatkan kualitas pembelajaran, sedangkan peneliti selanjutnya dapat mengembangkan kajian mengenai segregasi gender pada aspek yang lebih luas dan pada jenjang pendidikan yang berbeda.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Segregasi Gender, Pembelajaran IPS, Keaktifan Belajar, Interaksi Sosial, Studi Kasus. |
| Subjects: | Tajuk Subjek > 300 Ilmu Sosial > Pendidikan > Guru dan Aktivitas Pembelajaran |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Tadris > Tadris IPS |
| Depositing User: | Ruang Baca FTK |
| Date Deposited: | 30 Jun 2026 07:40 |
| Last Modified: | 30 Jun 2026 07:40 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/33948 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
