Riska, Riska (2026) Syukur dalam al--Quran Sebagai Solusi Mengatasi Fear Of Missing OUT (FOMO): Studi Tafsir Maqashidi. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (cover)
RISKA (2215050151)-Cover Daftar isi.pdf - Published Version Download (491kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB 1 SKRIPSI.pdf - Published Version Download (392kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (223kB) |
|
|
Text (BAB V-DAFTAR PUSTAKA)
BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (260kB) |
|
|
Text (fulltext)
Riska (2215050151)-Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (938kB) |
Abstract
Perkembangan teknologi digital dan media sosial dalam kehidupan modern telah memunculkan fenomena Fear of Missing Out (FoMO), yaitu kondisi psikologis yang ditandai oleh rasa cemas dan takut tertinggal dari pengalaman, aktivitas, atau pencapaian orang lain. Fenomena ini berdampak pada ketidakpuasan hidup, kecemasan, serta kecenderungan perbandingan sosial yang berlebihan. Dalam perspektif Islam, kondisi tersebut menunjukkan lemahnya sikap syukur terhadap nikmat Allah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep syukur dalam al-Qur’an serta relevansi nilai-nilai syukur sebagai solusi dalam mengatasi fenomena FoMO melalui pendekatan tafsir maqaṣidi. Fokus kajian diarahkan pada penafsiran ayat-ayat syukur dalam Surah al-Baqarah ayat 152, Surah Ibrahim ayat 7, dan Surah Luqman ayat 12. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode kepustakaan (library research). Data primer diperoleh dari al-Qur’an dan kitab-kitab tafsir klasik dan kontemporer, sedangkan data sekunder berasal dari buku, jurnal, dan literatur ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan pendekatan tafsir maqaṣidi Abdul Mustaqim, melalui pengkajian makna ayat, tujuan moral dan spiritual (maqaṣid al-ayat) dan kemaslahatan manusia (maqaṣid al-Qur’n), serta kontekstualisasinya dengan Fenomena FoMO. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep syukur dalam al-Qur’an, khususnya dalam Surah al-Baqarah ayat 152, Surah Ibrahim ayat 7, dan Surah Luqman ayat 12, memiliki makna yang komprehensif dan fungsional dalam merespons fenomena FoMO. Syukur tidak hanya dipahami sebagai ungkapan lisan, tetapi sebagai kesadaran yang membentuk pola pikir, sikap batin, dan perilaku manusia dalam memaknai nikmat Allah. Ketiga ayat tersebut menegaskan hubungan antara syukur, ketenangan jiwa, dan keberlanjutan nikmat, serta menunjukkan bahwa kufur nikmat berpotensi melahirkan kegelisahan batin dan ketidakpuasan hidup. Dalam perspektif tafsir maqaṣidi Abdul Mustaqim, nilai syukur diarahkan pada pencapaian kemaslahatan manusia, terutama dalam menjaga hifẓ al-‘aql dan hifẓ al-nafs. Dapat disimpulkan syukur dalam perspektif tafsir maqaṣidi merupakan nilai Qur’ani yang memiliki fungsi psikologis dan spiritual dalam mengatasi FoMO, karena mampu membentuk pola pikir positif, mengurangi kecenderungan perbandingan sosial, serta menjaga kesehatan jiwa dan akal.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: al-Qur’an, fear of missing out (FoMO), syukur, tafsir maqashidi |
| Subjects: | Tajuk Subjek > Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Ilmu Tafsir |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 13 Mar 2026 08:05 |
| Last Modified: | 13 Mar 2026 08:05 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/31661 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
