Yanti, Nurmi (2025) Konsep Diri Lesbian Warga Binaan (Studi Kasus) di Lapas Perempuan Kelas IIB Padang. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover - Daftar Isi)
COVER - DAFTAR ISI.pdf - Published Version Download (683kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (422kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (278kB) |
|
|
Text (BAB V - DAFTAR PUSTAKA)
BAB V - DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (280kB) |
|
|
Text (FILE FULL TEKS NURMI YANTI)
FILE FULL TEKS NURMI YANTI.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Konsep diri adalah aspek penting dalam diri seseorang, karena konsep diri merupakan kerangka acuan dalam ia berinteraksi dengan lingkungannya. Lesbian adalah istilah bagi perempuan yang mengarahkan orientasi seksualnya kepada sesama perempuan. istilah ini juga merujuk kepada perempuan yang menyukai perempuan baik secara fisik, seksual, emosional, atau secara spiritual. Pasangan yang lesbian memiliki konsep diri yang negatif, mereka menganggap bahwa pasangan lesbiannya adalah sumber kebahagiaa bagi mereka sehingga mereka tidak memperdulikan orang-orang dilingkungan lapas yang tidak menyukainya. Tujuan dari penelitian tentang konsep diri lesbian warga binaan untuk mengetahui bagaimana konsep diri warga binaan yang dilihat dari aspek pertahanan diri, penghargaan diri, integrasi diri dan kepercayaan diri. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian ini dilakukan di Lapas Perempuan Kelas IIB Padang. Subjek peneltian berjumlah 6 (enam) orang warga binaan di lapas perempuan kelas IIB padang. Teknik penetapan subjek penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Teknik analisis datanya adalah dengan melakukan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Pertama, seluruh informan mengetahui bahwa lesbian itu tidak baik, mereka menganggap bahwa pasangan lesbiannya sebagai sumber kebahagiaan, Sebagian informan cenderung memiliki sifat extrovert yang secara terang-terangan mengakui bahwa mereka lesbian, sedangkan sebagian yang lain orang memiliki sifat introvert yang mengaanggap pasangan lesbiannya hanya sebatas teman spesial. Kedua, sebagian kecil informan kurang menerima dirinya sebagai seorang lesbian tetapi karena adanya trauma dimasa lalu, sehingga membuat mereka lesbian. Sebagian besar informan sudah menerima dirinya sebagai seorang lesbian, mereka juga menggantungkan kebahagiaan mereka kepada pasangan lesbiannya. Ketiga, seluruh informan tidak mendapatkan penerimaan sosial dilingkungan lapas seperti pegawai, warga binaan termasuk keluarga mereka, sehingga mereka sering mendapat teguran dari pegawai dan keluarganya. Keempat, seluruh informan tetap percaya diri meski mereka lesbian, seperti tetap mengikuti perlombaan dan kegiatan keagamaan di lapas dengan penuh kebahagiaan karena bagi mereka hal yang paling penting adalah dukungan dari pasangan lesbiannya.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Konsep Diri, Lesbian |
| Subjects: | Tajuk Subjek > Filsafat dan Psikologi > Psikologi |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Bimbingan Konseling Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FDIK |
| Date Deposited: | 09 Mar 2025 16:00 |
| Last Modified: | 09 Mar 2025 16:00 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/25468 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
