Konsep Cinta Dalam Novel Sayap-Sayap Patah Karya Kahlil Gibran: Analisis Hermeneutika Paul Ricoeur

Sari, Melani Novita (2025) Konsep Cinta Dalam Novel Sayap-Sayap Patah Karya Kahlil Gibran: Analisis Hermeneutika Paul Ricoeur. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover-Daftar Isi)
Cover-Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
Bab I.pdf - Published Version

Download (356kB)
[img] Text (BAB III)
Bab III.pdf - Published Version

Download (338kB)
[img] Text (BAB V - DAFTAR KEPUSTAKAAN)
Bab V.pdf

Download (296kB)
[img] Text (FULL TEKS)
Full Teks.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Cinta merupakan sesuatu yang amat sentral dalam kehidupan manusia. Namun, terkadang manusia tidak tahu bahwa dirinya tengah berada dalam problematika cinta, sehingga cenderung mengabaikannya dan terjerumus pada kemudaratan. Berdasarkan hal itu, Kahlil Gibran sebagai salah satu penulis yang sangat berpengaruh dengan karya yang banyak dibaca oleh orang di berbagai negara, menuangkan konsep cinta dalam Novel Sayap-Sayap Patah dengan bahasa metaforis dan simbolis. Untuk mengungkap makna cinta yang ada dalam teks tersebut, maka penulis menggunakan metode hermeneutika Paul Ricoeur. Pemilihan metode ini disebabkan karena metode Ricoeur dapat menyingkap makna teks, sehingga bisa berkontribusi terhadap permasalahan aktual di zaman kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tiga konsep cinta dalam Novel Sayap-Sayap Patah. Pertama, konsep semantik (objektif) cinta. Kedua, konsep reflektif (cerminan) cinta dan ketiga, konsep eksistensial (filosofis) cinta. Penelitian ini termasuk dalam ranah kualitatif dengan mempertimbangkan kualitas dan mutu dari pembahasan. Sedangkan, data-data penulis dapatkan dengan studi kepustakaan (library research). Sumber utama dalam penelitian ini adalah buku karya Kahlil Gibran dengan judul “The Broken Wings” dan dibantu dengan buku terjemahan dalam bahasa Indonesia “Sayap-Sayap Patah”. Lewat tiga tahap pemahaman hermeneutika Paul Ricoeur yaitu objektif, semantik, dan eksistensial serta metode heuristika penulis menganalisis data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada tahap simbolis telah diklasifikasi cinta menjadi tiga, yaitu sebagai keindahan, ujian dan suci. Sementara itu, pada tahap reflektif terungkap cerminan keadaan sesungguhnya ketika keindahan, pembelajaran, dan kesucian dari cinta diabaikan. Hal ini dapat dilihat dari kasus-kasus kekerasan, pembunuhan, pelecehan, perundungan, perusakan alam, dan degradasi nilai moral lainnya. Oleh karena itu, pada tahap eksistensial konsep cinta yang didapatkan lewat pemahaman diri, dipahami sebagai sebuah kebijaksanaan universal, karena mengarahkan pada solusi agar memahami dan mengaktualisasikan konsep cinta yang tiga, yaitu keindahan, ujian, dan suci. Pada tahap eksistensial dapat diketahui bahwa cinta merupakan kearifan, kemerdekaan dalam kehidupan, dan kesadaran aktual. Makna ini didasarkan pada kebutuhan aktual di masa kontemporer, karena cinta bukan hanya rasa yang dimiliki oleh sepasang kekasih, tetapi berdasarkan analisis hermeneutika Paul Ricoeur, cinta adalah hal yang absen dalam diri manusia sehingga kasus-kasus non-manusiawi banyak terjadi. Artinya konsep cinta mesti ditanamkan, karena kehidupan yang baik adalah bentuk pelaksanaan dari cinta yang sebenarnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Cinta, Kahlil Gibran, Hermeneutika Paul Ricoeur
Subjects: Psicology Teology Religion > B Philosophy (General)
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Aqidah dan Filsafat Islam
Depositing User: Ruang Baca FUSA
Date Deposited: 24 Feb 2025 06:45
Last Modified: 24 Feb 2025 06:45
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/24233

Actions (login required)

View Item View Item