Abdi, Ikrar (2020) Keluarga Sakinah Menurut Adat Minangkabau Perspektif Perubahan Sosial. Doctoral thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover - Daftar Isi)
Disertasi Ikrar Abdi Untuk CD-1-25.pdf - Published Version Download (2MB) |
|
|
Text (Bab I)
Disertasi Ikrar Abdi Untuk CD-27-66.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (Bab III)
Disertasi Ikrar Abdi Untuk CD-143-174.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (Bab VI - Daftar Pustaka)
Disertasi Ikrar Abdi Untuk CD-297-307.pdf - Published Version Download (995kB) |
|
|
Text (Fulltext)
Disertasi Ikrar Abdi Untuk CD.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (18MB) |
Abstract
Permasalahan yang diteliti dari Disertasi ini adalah bagaimana konsep keluarga sakinah menurut adat Minangkabau dikaitkan dengan persoalan perubahan sosial yang terjadi,dengan rumusan masalah 1) Bagaimana proses peminangan di Minangkabau dan kaitannya dengan khitbah dalam Islam 2) Bagaimana larangan perkawinan menurut adat Minangkabau dan Islam 3) Bagaimana peranan suami isteri dalam keluarga di Minangkabau dan Islam 4) Bagaimana kaitan keluarga Sakinah di Minangkabau dan Islam serta kaitannya dengan perubahan sosial. 2) Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui proses peminangan dalam adat Minangkabau dan kaitannya dengan khitbah dalam Islam Untuk menganalisis larangan perkawinan menurut adat Minangkabau dan Islam 3) Untuk menganalisis peranan suami isteri dalam keluarga di Minangkabau dan Islam 4) Untuk mengetahui bagaimana keluarga sakinah di Minangkabau dan kaitannya dengan keluarga sakinah dalam Islam dan perubahan sosial. Penelitian ini bersifat yuridis empiris yaitu penelitian yang dilakukan dengan memadukan bahan-bahan hukum (bahan sekunder) dengan data primer yang diperoleh di lapangan. Artinya penelitian ini untuk melihat bagaimana konsep keluarga sakinah dalam keluarga Minangkabau dilihat dari kontek teori dan prakteknya di Minangkabau terkait dengan perubahan sosial, dengan menggunakan analisis deskriptif-kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah; 1) Proses peminangan dalam perkawinan di Minangkabau awalnya dilakukan oleh keluarga perempuan dan disebagian nagari oleh keluarga laki-laki. Dalam perkembangannya proses peminangan sudah mulai berkurang dari segi proses secara adat. Dari segi hukum Islam, proses khitbah yang dilaksanakan di Minangkabau bersifat ‘urf shahih, karena peminangan di Minangkabau mempunyai tujuan yang sama dengan khitbah dalam Islam yaitu proses awal sebelum akad pernikahan 2) Larangan perkawinan dalam adat Minangkabau berhubungan dengan sepersukuan, karena mereka dianggap bersaudara, tetapi dalam perkembangannya hal ini telah berubah bahwa nikah sesuku asal berlainan penghulu dibolehkan karena sudah berjauhan atau berlainan daerah, sedangkan larangan perkawinan dalam Islam bersifat tetap dan baku. 3) Suami istri dalam rumah tangga di Minangkabau memiliki dua peran yaitu peran sebagai suami atau istri dirumah tangganya kemudian peran sebagai penghulu bagi kaumnya atau sukunya atau sebagai mamak bagi kemenakannya serta sumando dirumah istrinya. Bagi perempuan disamping sebagai istri juga sebagai bundo kanduang dirumah gadang. Keduanya harus difungsikan karena fungsi tersebut otomatis melekat langsung pada diri orang Minangkabau. Sekarang ini fungsi seorang mamak dan bundo kandung yang telah mulai tergerus oleh zaman, disebabkan tidak pahamnya akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai mamak atau bundo kandung. Dalam Islam tanggung jawab suami atau istri lebih kepada istri dan anak-anaknya dalam artian keluarga batih 4) Kaitan keluarga sakinah di Minangkabau dan Islam tergambar dari proses yang dimulai dari keluarga besar dalam mempersiapkan proses pernikahan, proses perhelatan sampai dengan proses yang dilalui setelah pernikahan. Bahwa proses pernikahan di Minangkabau bukan hanya semata perbuatan keperdataan, namun juga menjadi hubungan adat dan sekaligus sebagai penyatuan hubungan kekerabatan. Adat Minangkabau menerima perubahan sebagai suatu yang bersifat natural sebagaimana pepatah mengatakan“sakali aia gadang, sakali tapian barubah. sakali musim batuka, sakali caro baganti”, berdasarkan kaidah ini, setiap orang Minangkabau menyadari bahwa sistem kehidupan yang berkembang dalam masyarakat bersifat adaptif dan akomodatif terhadap perubahan. Kesimpulannya, bahwa konsep Keluarga Sakinah di Minangkabau yaitu keluarga yang di dasari oleh nilai adat dan agama untuk terciptanya keluarga bahagia, aman, dan damai serta serasi dengan lingkungan.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Subjects: | Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Sosial dan Budaya Islam Tajuk Subjek > 300 Ilmu Sosial > Keluarga |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Doktor > Hukum Islam |
| Depositing User: | Zulfitri Zulfitri |
| Date Deposited: | 04 Nov 2026 23:34 |
| Last Modified: | 04 Nov 2026 23:34 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/37282 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
