Pemikiran Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi tentang Beberapa Masalah Agama dan Respon Ulama di Indonesia

Firdaus, Beni (2020) Pemikiran Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi tentang Beberapa Masalah Agama dan Respon Ulama di Indonesia. Doctoral thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover - Daftar Isi)
Full Disertasi Beni Firdaus - Untuk CD-1-22.pdf - Published Version

Download (2MB)
[img] Text (Bab I)
Full Disertasi Beni Firdaus - Untuk CD-23-46.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Bab III)
Full Disertasi Beni Firdaus - Untuk CD-143-198.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Bab V - Daftar Pustaka)
Full Disertasi Beni Firdaus - Untuk CD-297-309.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Fulltext)
Full Disertasi Beni Firdaus - Untuk CD.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

Alasan penulis memilih judul ini karena Ditinjau dari segi gerakan pemikiran fikih di Indonesia, pemikiran Ahmad Khatib sangat menarik karena menimbulkan polemik dan diskursus di kalangan ulama di Indonesia. Pemikiran Ahmad Khatib adakalanya mendukung kaum modernis dan adakalanya mendukung kaum tradisionalis. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka fokus penelitian ini yaitu bagaimana pemikiran Ahmad Khatib tentang beberapa masalah agama dan respon ulama di Indonesia. Ada lima masalah pokok yang akan dijawab dalam penelitian ini. Pertama, pemikiran Ahmad Khatib tentang melafalkan niat shalat. Kedua, pemikiran Ahmad Khatib tentang melaksanakan dua shalat jumat dalam satu daerah (desa). Ketiga, pemikiran Ahmad Khatib tentang kewarisan di Minangkabau. Keempat, Pemikiran Ahmad Khatib tentang tarekat dan kelima, respon ulama terhadap pemikiran Ahmad Khatib. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemikiran Ahmad Khatib tentang: 1) Melafalkan niat shalat. 2) Melaksanakan dua shalat jumat dalam satu daerah (desa). 3) Kewarisan di Minangkabau. 4) Permasalahan tarekat. 5) Respon ulama terhadap pemikiran Ahmad Khatib. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui penelitian kepustakaan (library research) yang lebih menekankan studi teks. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode content anaysis atau analisis isi untuk merumuskan kesimpulan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa Pertama, Hukum melafalkan niat shalat menurut Ahmad Khatib adalah sunnah. Hal ini di-qiyâs-kannya kepada niat haji. Kedua, Hukum melaksanakan dua jumatan di dalam satu daerah (desa) adalah boleh. Dasar kebolehannya adalah al-Mashlahah. Ketiga, Ahmad Khatib berpendapat pelaksanaan aturan kewarisan di Minangkabau tidak sesuai dengan syari’at Islam dan melakukan pembagian warisan secara adat hukumnya haram. Dalam menetapkan hukum mengenai permasalahan ini Ahmad Khatib cenderung menggunakan pendekatan tekstual. Keempat, masalah tarekat. Menurut Ahmad Khatib ada beberapa ajaran tarekat Naqsyabandiyah itu yang tidak sesuai dengan al-Quran dan Hadis, yaitu: zikir ismu a-dzat, zikir pada tiap-tiap lathifah yang sepuluh, muraqabah yang dua puluh, Khatam Kaujakan, meninggalkan makan daging selama suluk, suluk yang dilakukan selama 40 hari, 20 hari atau 10 hari dan persoalan rabithah. Kelima, Pemikiran dan pendapat Ahmad Khatib banyak yang menimbulkan polemik dan diskursus di kalangan ulama di tanah air. Di antara mereka ada yang mendukung pendapat Ahmad Khatib dan ada pula yang menentangnya. Berdasarkan pendapat pendapat yang dikemukakan Ahmad Khatib dapat disimpulkan bahwa secara umum ia menggunakan metode berfikir tekstual namun ia juga memiliki kemandirian dalam berfikir dan dinamis dalam bermazhab.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Filsafat dan Perkembangan Islam > Pembaharuan Pemikiran dalam Islam
Divisions: Program Pascasarjana > Program Doktor > Hukum Islam
Depositing User: Zulfitri Zulfitri
Date Deposited: 04 Nov 2026 09:40
Last Modified: 04 Nov 2026 09:40
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/37279

Actions (login required)

View Item View Item