Konstruksi Penafsiran al-Qur’an oleh Komunitas Pengajian Tafsir Masyarakat Batak Angkola Padang Sidimpuan

Hasiah, Hasiah (2026) Konstruksi Penafsiran al-Qur’an oleh Komunitas Pengajian Tafsir Masyarakat Batak Angkola Padang Sidimpuan. Doctoral thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol.

[img] Text (Cover - Daftar Isi)
Disertasi_Hasiah_nomor_romawi.pdf - Published Version

Download (866kB)
[img] Text (Bab I)
Disertasi lengkap_watermark (1)-23-35.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Bab III)
Disertasi lengkap_watermark (1)-57-80.pdf - Published Version

Download (2MB)
[img] Text (Bab VIII - Daftar Pustaka)
Disertasi lengkap_watermark (1)-521-539.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Fulltext)
fulltext disertasi hasiah.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (44MB)

Abstract

Kajiantafsiral-Qur’andiIndonesialebihbanyakdiarahkanpadakaryatafsir tertulis, tokoh, metode, sementara proses pembentukan penafsiran yang berlangsung secara lisan dan komunal dalam pengajian tafsir nonformal, masih terbatas dikaji. Padahal,pengajiantafsir menjadi ruangpentingbagi masyarakat untukmempelajari, memahami, dan mengaktualisasikan pesan al-Qur’an melalui interaksi antara guru, jemaah, teks, dan realitas sosial-budaya. Studi ini bertujuan menganalisis pola penafsiran al-Qur’an, dasar pemilihan pola tersebut, serta pertimbangan kondisi sosial dan budaya dalam penafsiran yang dilakukan komunitas pengajian tafsir masyarakat Batak Angkola Padangsidimpuan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologis dan paradigma Living Qur’an. Data bersumber dari empat guru sebagai subjek utama dan jemaah pengajian sebagai informan, yang dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan manajemen data, pembacaan dan memoing, deskripsi, klasifikasi, penafsiran, serta penyajian naratif. Studi ini menemukan bahwa komunitas Batak Angkola mempelajari dan memahami al-Qur’an melalui pengajian tafsir secara komunal, bertahap, dan disesuaikan dengan kondisi, kemampuan, serta kebutuhan jemaah. Dalam menjelaskan ayat, guru tidak menggunakan satu metode secara utuh dan mendalam, tetapi mengambil dan memadukan unsur-unsur tertentu yang mendekati metode taḥlīlī, ijmālī, dan muqāran sesuai karakter ayat dan kebutuhan pembahasan. Pemilihanpolatersebutdidasarkanpadatujuan,kriteriakeberhasilan,sertakejelasan dan kemudahan pemahaman, dengan orientasi utama agar jemaah mampu memahami, menerima, dan mengaktualisasikan pesan al-Qur’an dalam kehidupan. Bahasa, nilai, tradisi, dan pengalaman sosial masyarakat Batak Angkola tidak ditempatkan sebagai sumber penafsiran, tetapi sebagai inspirasi konteks, media, dan untuk mendekatkan pesan ayat dengan kehidupan jemaah. Kebaruan studi ini terletak pada ditemukannya konstruk tafsir eklektik-kontekstual, yaitu pola penafsiran yang secara selektif mengambil dan mengintegrasikan unsur-unsur metode taḥlīlī, ijmālī, dan muqāran, tanpa menerapkannyasecarautuhdanmendalam,kemudianmengartikulasikannyamelalui konteks sosial-budaya lokal sesuai kebutuhan jemaah. Temuan ini memperluas kajian Ilmu al-Qur’an dan Tafsir dari dominasi produk tafsir tertulis menuju proses sosial penafsiran yang hidup dalam komunitas, sekaligus memperjelas hubungan antara resepsi, transmisi, dan transformasi al-Qur’an dalam praktik Living Qur’an masyarakat Batak Angkola.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Uncontrolled Keywords: Konstruksipenafsiran;Tafsirkomunal-kontekstual;Living Qur’an; Pengajian Tafsir; Tafsir Lisan; Batak Angkola.
Subjects: Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an
Divisions: Program Pascasarjana > Program Doktor > Studi Islam
Depositing User: Pustakawan Perpus Pusat Pustakawan
Date Deposited: 27 Oct 2026 07:34
Last Modified: 29 Oct 2026 07:26
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/37270

Actions (login required)

View Item View Item