Refki, Ahmat (2026) Penafsiran Ayat-Ayat Ukhuwah Wathaniyah dan Relevansinya dengan Nasionalisme Perspektif Hamka dalam Tafsir al-Azhar. Masters thesis, Unuversitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover & Daftar Isi)
Halaman Awal.pdf - Published Version Download (3MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (723kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (819kB) |
|
|
Text (BAB V dan Daftar Pustaka)
BAB V.pdf - Published Version Download (776kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatar belakangi oleh persoalan kehidupan kebangsaan Indonesia yang ditandai oleh keberagaman masyarakat serta munculnya polarisasi sosial-politik, konflik identitas, intoleransi, dan melemahnya solidaritas kebangsaan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis penafsiran Hamka terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan ukhuwah wathaniyah dalam Tafsir Al-Azhar; (2) menganalisis dimensi ukhuwah wathaniyah dalam penafsiran Hamka; (3) menjelaskan konstruksi ukhuwah wathaniyah menurut penafsiran Hamka; dan (4) menganalisis relevansi penafsiran Hamka terhadap nasionalisme. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan sumber utama Tafsir Al-Azhar karya Hamka, edisi Pustaka Nasional Pte Ltd, Singapura, 2001. Penelitian menggunakan pendekatan tafsir tematik (maudhu’i). Analisis data dilakukan secara kualitatif melalui analisis isi (content analysis) dan pendekatan historis-sosiologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran Hamka terhadap ayat-ayat yabg berkaitan dengan ukhuwah wathaniyah di antaranya QS. Āli ‘Imrān [3]:103–105, QS. al-Ḥujurāt [49]:10 dan 13, QS. al-Mā’idah [5]:2 dan 8, serta QS. an-Nisā’ [4]:58 mengandung gagasan tentang persatuan, perdamaian, keberagaman, saling mengenal, kerja sama, keadilan, amanah, dan tanggung jawab sosial. Berdasarkan analisis penelitian, unsur ukhuwah wathaniyah meliputi kesamaan tanah air, kesadaran sebagai satu bangsa, keberagaman masyarakat, dan kehidupan bersama. Prinsip yang digunakan sebagai kategori analitis meliputi at-tawassuth, al-i‘tidāl, dan at-tawāzun, sedangkan nilai yang ditemukan meliputi persatuan, saling memahami, solidaritas kebangsaan, keadilan sosial, dan kemaslahatan bersama. Ketiga kategori tersebut tidak diposisikan sebagai klasifikasi yang secara eksplisit dirumuskan Hamka, tetapi sebagai perangkat analitis untuk memahami konstruksi pemikirannya. Berdasarkan sintesis terhadap keseluruhan penafsiran tersebut, penelitian ini mengonstruksikan ukhuwah wathaniyah dalam perspektif Hamka sebagai persaudaraan kebangsaan yang dibangun atas kesadaran hidup bersama dalam satu tanah air dan bangsa yang beragam, kemudian diwujudkan melalui persatuan, saling mengenal dan memahami, perdamaian, kerja sama dalam kebaikan, keadilan, serta tanggung jawab sosial, dengan orientasi pada keamanan, kemakmuran, dan kemaslahatan kehidupan bangsa. Konstruksi tersebut memiliki relevansi dengan nasionalisme Indonesia karena mendukung persatuan, penghormatan terhadap keberagaman, solidaritas kebangsaan, keadilan, dan kepentingan bersama. Kata kunci: Ukhuwah Wathaniyah, Hamka, Tafsir Al-Azhar, Nasionalisme.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ukhuwah Wathaniyah, Hamka, Tafsir Al-Azhar, Nasionalisme |
| Subjects: | Agama Islam Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Magister > Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir |
| Depositing User: | Pusat Riset Pascasarjana |
| Date Deposited: | 03 Oct 2026 06:59 |
| Last Modified: | 03 Oct 2026 06:59 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/37133 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
