Sesra, Yon (2026) Fisiologi Unta dalam QS. al-Ghāsyiyah [88]: 17: Studi Komparatif Tafsir (Literatur Tafsir dan Tafsīr al-Āyāt al-Kauniyyah fī al-Qur'ān al-Karīm). Masters thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text
Cover.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf - Published Version Download (290kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf - Published Version Download (182kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf - Published Version Download (151kB) |
|
|
Text
Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
QS. al-Ghāsyiyah [88]: 17 memerintahkan manusia memperhatikan unta, “bagaimana ia diciptakan”. Ayat ini telah ditafsirkan selama lebih dari sebelas abad, dan pada masa kontemporer Zaghlūl al-Najjār menafsirkannya dengan uraian fisiologis paling rinci. Penulisan ini adalah studi komparatif yang mempertemukan dua kutub penafsiran atas ayat tersebut, yaitu literatur tafsir lintas periode dan Tafsīr al-Āyāt al-Kauniyyah fī al-Qur'ān al-Karīm, dengan tafsir ilmi sebagai pendekatan saintifik. Penulisan ini dibatasi pada tiga persoalan yang saling bersambung, yaitu penafsiran para mufasir terhadap fisiologi unta dalam ayat tersebut, komparasi penafsiran literatur tafsir dengan Tafsīr al-Āyāt al-Kauniyyah fī al-Qur'ān al-Karīm, dan kontribusi penulisan ini bagi pengembangan tafsir ilmi dan kajian saintifik. Penulisan ini adalah penulisan kualitatif berjenis kepustakaan dengan pendekatan tafsir ilmi yang bersifat saintifik. Metode utamanya adalah metode komparatif (tafsīr muqāran), yaitu metode yang memaparkan penafsiran beberapa pihak atas ayat yang sama, menetapkan titik temu dan titik beda, lalu menelusuri sebab-sebab perbedaannya; metode tematik (mauḍū'ī) digunakan sebagai penunjang pada lapis sintesis. Sumber primernya adalah tiga belas karya tafsir lintas periode, yaitu dua belas kitab tafsir sebagai kutub pertama perbandingan dan Tafsīr al-Āyāt al-Kauniyyah fī al-Qur'ān al-Karīm sebagai kutub kedua. Setiap kutipan dianalisis dari sisi manhaj, kata kunci, arah penafsiran, dan pembacaan dengan pendekatan tafsir ilmi. Perbandingan dijalankan secara berjenjang, yaitu antarmufasir di dalam literatur tafsir lalu antara literatur tafsir dan kitab al-Najjār, atas sembilan aspek dengan pertanyaan yang sama bagi kedua kutub, dinilai dengan empat kaidah tafsir ilmi dan delapan parameter keunggulan, serta disertai verifikasi setiap klaim ilmiah terhadap literatur fisiologi yang tervalidasi. Hasil penulisan menunjukkan tiga hal. Pertama, para mufasir dalam literatur tafsir lintas periode sepakat memahami ayat sebagai dalil kekuasaan Allah dan kebangkitan, dan menyediakan tiga pijakan bagi kajian fisiologi, yaitu pijakan kebahasaan, konteks, dan empiris, tetapi penjelasannya berhenti pada tingkat ciri tampak; sementara itu Tafsīr al-Āyāt al-Kauniyyah fī al-Qur'ān al-Karīm menjawab pertanyaan kaifa khuliqat sampai tingkat mekanisme melalui sistematika tiga lapis sifat (morfologis, anatomis, dan fungsional) yang bermuara pada empat sistem fisiologis, yaitu termoregulasi, kardiovaskular, metabolisme, serta hidrasi dan pencernaan. Kedua, komparasi memperlihatkan bahwa perbedaan antarmufasir bersumber dari latar keilmuan, aliran teologis, sumber pengetahuan, dan konteks zaman, sedangkan kedua kutub bertemu pada tujuan ayat, makna kebahasaan, objek pengamatan, dan kesinambungan gagasan, serta berbeda pada tingkat penjelasan, sistematika, sumber pengetahuan, status temuan, perlakuan terhadap angka, dan hubungan dengan tafsir ilmi terdahulu; ditimbang dengan delapan parameter, keunggulan Tafsīr al-Āyāt al-Kauniyyah terukur pada kedalaman, sistematika, ketepatan klaim (sembilan dari sebelas klaim terkonfirmasi), kesinambungan, keterpusatan pada ayat, dan kesadaran metodologis, dengan batas berupa tiadanya rujukan ilmiah dan lemahnya dimensi tematik. Ketiga, penulisan ini berkontribusi terhadap tafsir ilmi dan kajian saintifik pada ranah ontologis (fisiologi hewan sebagai hakikat objek tafsir ilmi), metodologis (model komparasi berjenjang, prinsip keadilan komparatif, dan tuntutan isnad ilmiah), konseptual (genealogi internal tafsir ilmi dan batas antara tafsir ilmi dan i'jāz 'ilmī), serta etis-praktis (taskhīr dan raḥmah bi al-ḥayawān). Kata kunci: fisiologi unta, studi komparatif, literatur tafsir, pendekatan tafsir ilmi, Zaghlūl al-Najjār, QS. al-Ghāsyiyah [88]: 17
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Magister > Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir |
| Depositing User: | Pusat Riset Pascasarjana |
| Date Deposited: | 01 Oct 2026 05:09 |
| Last Modified: | 01 Oct 2026 05:09 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/36688 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
