Ketentuan Makmum Masbuk Rakaat Pertama Shalat Id Menurut Mazhab Hanafi dan Mazhab SYafi'i

Aziz, Fatur Fadli Syah (2026) Ketentuan Makmum Masbuk Rakaat Pertama Shalat Id Menurut Mazhab Hanafi dan Mazhab SYafi'i. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover-Daftar Isi)
Fatur Fadli 1913020015 - Cover-Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (5MB)
[img] Text (BAB I)
Fatur Fadli 1913020015 - BAB I.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB III)
Fatur Fadli 1913020015 - BAB III.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB V - Daftar Pustaka)
Fatur Fadli 1913020015 - BAB V-Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (972kB)
[img] Text (Full Text)
Fatur Fadli 1913020015 - Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (11MB)

Abstract

penelitian dalam skripsi ini adalah pertama, apa dalil dan metode istinbath yang digunakan Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i tentang ketentuan makmum masbuk rakaat pertama Shalat Id? Kedua, apa yang menyebabkan perbedaan pendapat antara Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i tentang ketentuan makmum masbuk rakaat pertama Shalat Id? Ketiga, apa pendapat yang rajih tentang ketentuan makmum masbuk rakaat pertama Shalat Id? Jenis penelitian ini adalah normatif kepustakaan (library research) yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara membaca dan memahami buku-buku dan literatur-literatur yang representatif kepustakaan yang sesuai dengan pembahasan di penelitian ini. Berdasarkan penelitian yang peneliti lakukan maka peneliti menyimpulkan bahwa pertama, metode istinbath yang digunakan Mazhab Hanafi adalah Qiyas (analogi hukum) dan Istihsan (preferensi hukum), sedangkan metode istinbath yang digunakan Mazhab Syafi’i adalah Qiyas (analogi hukum) dan Istishab (mempertahankan kondisi yang ada sampai ada dalil yang mengubahnya). Kedua, penyebab terjadinya perbedaan pendapat adalah berbeda dalam memahami dalil Hadis penyempurnaan rakaat tertinggal bagi makmum masbuk dan berbeda dalam menetapkan hukum pada penyempurnaan rakaat tertinggal bagi makmum masbuk rakaat pertama Shalat Id. Ketiga, pendapat yang rajih menurut peneliti adalah pendapat yang dikemukakan oleh Mazhab Syafi’i karena memiliki kekuatan dalam hal konsistensi dengan prinsip umum (tidak meng-qadha elemen sunnah yang terlewat di rakaat pertama) dan kehati-hatian epistemologis (tidak mewajibkan sesuatu tanpa nash yang jelas). Kata kunci: Makmum Masbuk, Rakaat tertinggal, Shalat Id.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Makmum Masbuk, Rakaat tertinggal, Shalat Id.
Subjects: Agama Islam
Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) > Perbandingan Mazhab
U Umum (General)
Divisions: Fakultas Syariah > Perbandingan Mazhab
Depositing User: Ruang Baca Fakultas Syariah
Date Deposited: 30 Sep 2026 06:29
Last Modified: 30 Sep 2026 06:29
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/36230

Actions (login required)

View Item View Item