Makna Wajhullāh dalam Al-Qur’an: Analisis Semiotika Ferdinand De Saussure

Azmi, Muhammad Khairul (2026) Makna Wajhullāh dalam Al-Qur’an: Analisis Semiotika Ferdinand De Saussure. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover Dll)
Muhammad Khairul Azmi_2420080056_PASCA_Cover Dll.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
Muhammad Khairul Azmi_2420080056_PASCA_BAB I.pdf - Published Version

Download (418kB)
[img] Text (BAB III)
Muhammad Khairul Azmi_2420080056_PASCA_BAB III.pdf - Published Version

Download (331kB)
[img] Text (BAB V dan Daftar Pustaka)
Muhammad Khairul Azmi_2420080056_PASCA_BAB V dan Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (395kB)
[img] Text (Fulltext)
Muhammad Khairul Azmi_2420080056_PASCA_Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi makna wajhullāh melalui relasi signifier-signified, langue-parole, sintagmatik-paradigmatik, serta sinkronik dan diakronik dalam perspektif semiotika struktural Ferdinand de Saussure. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis dengan pendekatan kepustakaan (library research). Sumber data primer berupa QS al-Baqarah ayat 115 dan 272, QS al-Rūm ayat 38-39, serta QS al-Insān ayat 9, buku semiotika ferdinand de saussure dan buku bahasa arab (kamus, balaghah, i’rab). Data sekunder berupa literatur kajian semiotika dan tafsir yang relevan. Analisis dilakukan dengan menempatkan wajhullāh sebagai tanda linguistik dan menelaah relasinya dalam struktur masing-masing ayat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wajhullāh memiliki diversitas makna. Pada QS al-Baqarah ayat 115 bermakna arah atau orientasi kepada Allah (al-jihah), QS al-Baqarah ayat 272 bermakna tujuan infak yang diarahkan kepada Allah (al-qasd); QS al-Rūm ayat 38 bermakna kehendak spiritual dalam amal sosial (al-qasd al-ʿibādī); QS al-Rūm ayat 39 bermakna orientasi spiritual dan pengikhlasan niat dalam zakat (al-riḍā/al-ikhlāṣ); sedangkan QS al-Insān ayat 9 bermakna keikhlasan murni tanpa mengharapkan balasan manusia (al-ikhlāṣ). Relasi sintagmatik dan paradigmatik menunjukkan bahwa diferensiasi makna tersebut dibentuk oleh hubungan wajhullāh dengan unsur-unsur kebahasaan di sekitarnya. Analisis sinkronik dan diakronik menunjukkan bahwa bentuk signifier relatif tetap, sedangkan signified mengalami pengayaan sesuai konteks ayat. penelitian ini menjawab persoalan penelitian bahwa makna wajhullāh tidak bersifat tunggal dan tidak semata ditentukan oleh makna leksikalnya, tetapi diproduksi melalui relasi tanda dalam sistem bahasa al-Qur’an dan diaktualisasikan sesuai konteks masing-masing ayat.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Makna Wajhullāh, Al-Qur’an, Semiotika Ferdinand de Saussure
Subjects: Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan
Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an
Divisions: Program Pascasarjana > Program Magister > Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Depositing User: Pusat Riset Pascasarjana
Date Deposited: 30 Sep 2026 07:26
Last Modified: 30 Sep 2026 07:26
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/35892

Actions (login required)

View Item View Item