Penerapan Manajemen Pengetahuan Dalam Pengelolaan Informasi Sejarah di Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta

Anugrah, Dhio (2026) Penerapan Manajemen Pengetahuan Dalam Pengelolaan Informasi Sejarah di Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.

[img] Text (cover dll)
COVER Thesis Dhio Anugrah 2211050089 FAH IPII.pdf - Published Version

Download (577kB)
[img] Text (BAB I)
BAB1 WM.pdf - Published Version

Download (388kB)
[img] Text (BAB III)
BAB3 WM.pdf - Published Version

Download (352kB)
[img] Text (BAB V - DAFTAR PUSTAKA)
BAB 5-DAPUS.pdf - Published Version

Download (315kB)
[img] Text (fulltext)
Thesis Skripsi Dhio Anugrah 2211050089 FAH IPII FullText.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan manajemen pengetahuan dalam pengelolaan informasi sejarah di Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi, serta merumuskan strategi pengembangannya. Penerapan manajemen pengetahuan dalam penelitian ini dilihat melalui empat proses utama, yaitu penciptaan pengetahuan, penyimpanan pengetahuan, berbagi pengetahuan, dan pemanfaatan pengetahuan. Keempat proses tersebut digunakan sebagai indikator untuk mengidentifikasi bagaimana pengetahuan mengenai koleksi dan sejarah Bung Hatta diperoleh, dikembangkan, didokumentasikan, dibagikan, dan digunakan dalam kegiatan museum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis penerapan manajemen pengetahuan menggunakan model SECI Nonaka dan Takeuchi yang meliputi Socialization, Externalization, Combination, dan Internalization, serta model manajemen pengetahuan Wiig yang meliputi Build Knowledge, Hold Knowledge, Pool Knowledge, dan Use Knowledge. Kedua model digunakan secara komplementer, yaitu model SECI digunakan untuk melihat proses pembentukan dan konversi pengetahuan antara pengetahuan tacit dan explicit, sedangkan model Wiig digunakan untuk melihat bagaimana pengetahuan dibangun, dipertahankan, dikumpulkan, dan digunakan dalam aktivitas organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pengetahuan telah diterapkan melalui interaksi dan pertukaran pengetahuan antarstaf dan edokator serta dengan sumber informasi lainnya, dokumentasi dan penyimpanan informasi koleksi dalam bentuk fisik maupun digital, penyampaian pengetahuan melalui kegiatan edukasi dan media informasi, serta pemanfaatan pengetahuan dalam pelayanan, pengelolaan koleksi, dan penyampaian informasi sejarah. Namun, penerapannya belum sepenuhnya optimal dan terintegrasi, terutama karena keterbatasan sumber daya manusia, dokumentasi pengetahuan yang belum terstruktur secara menyeluruh, pemanfaatan teknologi informasi yang belum maksimal, serta belum terpadunya sistem dan prosedur pengelolaan pengetahuan. Strategi pengembangan diarahkan pada penguatan kompetensi sumber daya manusia, dokumentasi pengetahuan, budaya berbagi pengetahuan, pemanfaatan teknologi informasi, serta penguatan proses pengelolaan pengetahuan untuk mendukung keberlanjutan informasi sejarah di museum.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Manajemen Pengetahuan, Museum, Lembaga Informasi Sejarah, Model SECI, Model Wiig.
Subjects: Tajuk Subjek > 000 Ilmu Komputer, Ilmu Informasi dan Karya Umum > Perpustakaan dan Ilmu Informasi
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam
Depositing User: Ruang Baca FAH
Date Deposited: 30 Oct 2026 04:42
Last Modified: 30 Oct 2026 04:42
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/35425

Actions (login required)

View Item View Item