Aulia, Siti Zana (2026) Konstruksi Budaya Hukum Masyarakat terhadap Pencatatan Perkawinan Perspektif Dar’ Al-Mafashid Muqaddam ‘Ala Jalb Al-Mashalih di Nagari Tanjung Bingkung. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover-Daftar Isi)
Halaman Awal Skripsi Siti Zana Aulia.pdf - Published Version Download (725kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I Skripsi Siti Zana Aulia.pdf - Published Version Download (295kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III Skripsi Siti Zana Aulia.pdf - Published Version Download (314kB) |
|
|
Text (BAB V-Daftar Pustaka)
BAB V-DAFTAR PUSTAKA Skripsi Siti Zana Aulia.pdf - Published Version Download (280kB) |
|
|
Text (Skripsi Siti Zana Aulia Full)
Skripsi Siti Zana Aulia 2213010127 Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Pencatatan perkawinan merupakan bentuk tertib administrasi yang memberikan kepastian dan perlindungan hukum bagi pasangan, sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Namun, di Nagari Tanjung Bingkung, Kecamatan Kubung, masih ditemukan masyarakat yang melangsungkan perkawinan tidak tercatat (nikah sirri), meskipun pada umumnya telah mengetahui kewajiban tersebut. Kondisi ini menunjukkan adanya persoalan budaya hukum yang perlu dikaji lebih dalam. Rumusan masalah penelitian ini yaitu bagaimana konstruksi budaya hukum masyarakat terhadap pencatatan perkawinan perspektif Dar al-Mafashid Muqaddam ‘Ala Jalb al-Mashalih di Nagari Tanjung Bingkung. Penelitian ini, bertujuan menganalisis konstruksi budaya hukum masyarakat Nagari Tanjung Bingkung terhadap kewajiban pencatatan perkawinan, dengan fokus pada faktor penyebab, kesadaran hukum masyarakat, serta nilai sosial dan tradisi masyarakat yang ditinjau dari kaidah fikih Dar al-Mafashid Muqaddam ‘Ala Jalb al-Mashalih. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pesangan perkawinan tidak tercatat, Wali Nagari, Niniak Mamak, dan Ketua KUA Kecamatan Kubung, serta didukung data sekunder berupa peraturan perundang-undangan dan literatur terkait. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui tahapan kondensasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkawinan tidak tercatat dipengaruhi oleh persoalan restu keluarga dan usia pasangan, kendala administrasi perkawinan sebelumnya, dan serta keterbatasan waktu dan biaya. Masyarakat pada dasarnya memiliki kesadaran hukum yang cukup baik, tetapi belum sepenuhnya diikuti kepatuhan yang konsisten, sehingga tergolong budaya hukum eksternal yang mencerminkan kesenjangan antara pengetahuan dan perilaku. Nilai sosial dan tradisi masyarakat, khususnya melalui peran niniak mamak dan pemerintah nagari, pada dasarnya telah sesuai dengan kaidah Dar al-Mafashid Muqaddam ‘Ala Jalb al-Mashalih karena mengarahkan pada pencegahan kemudharatan, namun ketidaksesuaian masih ditemukan pada tataran praktik sebagian pasangan yang mendahulukan maslahat sesaat diatas pencegahan mafsadat jangka panjang.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Budaya Hukum, Pencatatan Perkawinan, Dar al-Mafashid Muqaddam ‘Ala Jalb al-Mashalih |
| Subjects: | U Umum (General) > Hukum |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 28 Sep 2026 04:54 |
| Last Modified: | 28 Sep 2026 04:54 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/35360 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
