Putri, Usnatul (2026) Penafsiran Ashābul yamīn dalam al-Qur’an (Studi Komparatif Tafsir al-Azhar dan al-Mishbah). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
|
Text (cover dll)
Usnatul Putri - 2215050146 - SKRIPSI DONE-1-13.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
SKRIPSI BAB I.pdf - Published Version Download (534kB) |
|
|
Text (BAB III)
SKRIPSI BAB III.pdf - Published Version Download (246kB) |
|
|
Text (BAB V - DAFTAR PUSTAKA)
SKRIPSI BAB V - DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (241kB) |
|
|
Text (fulltext)
Usnatul Putri - 2215050146 - SKRIPSI DONE.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini membahas ashābul yāmin dalam al-Qur’an melalui studi komparatif terhadap tafsir al-Azhar karya Buya Hamka dan tafsir al-Mishbah karya M. Quraish Shihab. Ashābul yamīn merupakan salah satu golongan manusia yang disebutkan al-Qur’an sebagai kelompok yang memperoleh keselamatan dan kenikmatan di akhirat, yang ditandai dengan penerimaan catatan amal dari sebelah kanan. Hal ini memiliki kedudukan penting karena tidak hanya berkaitan dengan kehidupan akhirat, tetapi juga mengandung nilai-nilai teologis, moral, dan sosial yang relevan bagi kehidupan umat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pemaknaan ashābul yamīn menurut Buya Hamka dan M. Quraish Shihab, serta menganalisis persamaan dan perbedaan penafsiran keduanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan tafsir komparatif (muqaran). Data primer diperoleh dari tafsir al-Azhar dan tafsir al-Mishbah, sedangkan data sekunder berasal dari buku-buku, jurnal ilmiah, dan literatur lain yang relevan dengan tema penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan (library research) dan dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Buya Hamka dan M. Quraish Shihab memiliki kesamaan pandangan dalam memahami ashābul yamīn sebagai golongan orang-orang beriman yang memperoleh keselamatan di akhirat karena iman dan amal saleh yang mereka lakukan. Namun, terdapat perbedaan penekanan dalam penafsiran keduanya. Buya Hamka lebih menekankan dimensi moral dan sosial dengan pendekatan adabī ijtimā’ī, sehingga ashābul yamīn dipahami sebagai representasi kesalehan individu dan sosial. Sementara itu, M. Quraish Shihab menekankan aspek linguistik, simbolik, dan psikologis, serta melihat ashābul yamīn sebagai golongan yang berada pada tingkat keselamatan yang mulia meskipun tidak setinggi as-sabiqūn. Perbedaan tersebut bersifat saling melengkapi dan memperkaya khazanah penafsiran al-Qur’an. Ashābul yāmin tidak hanya bersifat eskatologis, tetapi juga memiliki implikasi praktis bagi kehidupan umat Islam, khususnya dalam membangun iman, akhlak, dan kepedulian sosial. Oleh karena itu, pemahaman terhadap konsep ini diharapkan dapat menjadi pedoman etis dan spiritual bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan sehari-hari sesuai dengan nilai-nilai al-Qur’an.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ashābul Yamīn, Tafsir Al-Azhar, Tafsir al-Mishbah, Tafsir Komparatif, al-Qur’an. |
| Subjects: | Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 29 Oct 2026 01:45 |
| Last Modified: | 29 Oct 2026 01:45 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/35300 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
