Perspektif Hukum Keluarga Terhadap Praktik Baganyi dalam Penyelesaian Konflik Pada Masyarakat Katapiang Kabupaten Padang Pariaman

Rizki Andy La Rante, Fachry (2026) Perspektif Hukum Keluarga Terhadap Praktik Baganyi dalam Penyelesaian Konflik Pada Masyarakat Katapiang Kabupaten Padang Pariaman. Masters thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (BAB I)
TESIS_FACHRY_RIZKI_ANDY_LA_RANTE_NIM2420040013_BAB I.pdf - Published Version

Download (509kB)
[img] Text (BAB III)
TESIS_FACHRY_RIZKI_ANDY_LA_RANTE_NIM2420040013_BAB III.pdf - Published Version

Download (291kB)
[img] Text (BAB V-DAFTAR PUSTAKA)
TESIS_FACHRY_RIZKI_ANDY_LA_RANTE_NIM2420040013_BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (450kB)
[img] Text (COVER-DAFTAR ISI)
TESIS_FACHRY_RIZKI_ANDY_LA_RANTE_NIM2420040013_COVER-DAFTAR ISI.pdf - Published Version

Download (699kB)
[img] Text (FULLTEXT)
TESIS_FACHRY_RIZKI_ANDY_LA_RANTE_NIM2420040013_FULLTEXT.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Studi ini menangkat sebuah tema tentang “Perspektif Hukum Keluarga Terhadap Praktik Baganyi dalam Penyelesaian Konflik Pada Masyarakat Katapiang Kabupaten Padang Pariaman” ditulis oleh Fachry Rizki Andy La Rante NIM 2420040013 Prodi Hukum Keluarga Pascasarjana Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang, mengkaji praktik baganyi, yaitu tindakan suami meninggalkan rumah istri sementara waktu saat konflik berkepanjangan, dalam penyelesaian konflik rumah tangga masyarakat Katapiang, Padang Pariaman. Meski angka perkawinan tinggi, perceraian di wilayah ini lebih rendah dibanding daerah sekitarnya. Sedangkan dalam konteksnya, mediasi adat dan disertai dengan mekanisme penyelesaian konflik rumah tangga berbasis adat menjadi fenomena yang perlu dikaji terkait peranannya dalam mencegah perceraian, khususnya mengenai bagaimana mekanisme penyelesaian konflik yang dilakukan masyarakat Katapiang, bagaimana dampak yang ditimbulkan dari isteri yang suaminya baganyi serta bagaimana pandangan hukum keluarga terhadap penyelesaian baganyi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif lapangan berpendekatan yuridis sosiologis, data dikumpulkan melalui depth interview dengan Mamak sebagai informan utama (purposive sampling), lalu dianalisis melalui reduksi, display, dan penarikan kesimpulan.Hasilnya, mediasi adat berjalan bertahap dan kekeluargaan: istri melapor kepada orang tuanya, dilanjutkan ke Mamak, lalu ke Niniak Mamak Kepala Suku Kaum apabila belum selesai, disertai nasihat adat, penyelesaian baganyi, dan pemantauan pasca kesepakatan. Mediasi ini efektif karena sederhana, cepat, murah, sesuai nilai lokal, serta menjaga keharmonisan keluarga dan ketertiban sosial. Praktik ini sejalan dengan prinsip Islam (sulh, wasath, tahkim) yang berorientasi pada islah dengan perceraian (al-qada) sebagai jalan terakhir, serta memuat prinsip mediasi modern seperti informalitas, kesukarelaan, dan kerahasiaan. Mediasi adat berfungsi sebagai living law yang memadukan nilai hukum, adat, dan sosial.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: fenomena baganyi, mediasi adat, living law
Subjects: U Umum (General)
Agama Islam > Sosial dan Budaya Islam > Lingkungan Sosial dalam Islam
Agama Islam > Sosial dan Budaya Islam > Adat Istiadat dalam
Divisions: Program Pascasarjana > Program Magister > Hukum Keluarga
Depositing User: Pusat Riset Pascasarjana
Date Deposited: 26 Sep 2026 14:18
Last Modified: 26 Sep 2026 14:18
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/35199

Actions (login required)

View Item View Item