Alfarizi, Muhammad (2026) Penafsiran Fāhisyah dalam Kisah Nabi Luth A.S (Pendekatan Teori Ma’na Cum Maghza). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover - Daftar Isi)
Muhammad Alfarizi-2215050202-Cover-abstrak.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (407kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (384kB) |
|
|
Text (BAB V DAN DAFTAR PUSTAKA)
BAB V.pdf - Published Version Download (234kB) |
|
|
Text (Fulltext)
Muhammad Alfarizi-2215050202-Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya fenomena penyimpangan seksual kontemporer, khususnya isu lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT), yang semakin berkembang dan mendapatkan berbagai respons di tengah masyarakat modern, sehingga menuntut adanya penafsiran kontekstual atas kisah kaum Nabi Luth dalam Al-Qur'an, khususnya Q.S. Al-A'raf ayat 80 yang menggunakan istilah fāhisyah untuk menggambarkan perbuatan tersebut, agar pesan ayat dapat direlevansikan dengan persoalan penyimpangan seksual pada masa kini. Tujuan penelitian ini dibatasi pada tiga hal, yaitu: (1) bagaimana ma'na al-tärikhi (makna historis) fāhisyah dalam Q.S. Al-A'raf ayat 80; (2) bagaimana al-maghza al-tarikhi (signifikansi fenomenal historis) fāhisyah dalam ayat tersebut; dan (3) bagaimana al-maghzã al-mutaharrik al-mu'asir (signifikansi fenomenal dinamis) fāhisyah dalam konteks kekinian, dengan tujuan menganalisis makna historis fāhisyah, mengungkap pesan utama yang dikandung ayat, serta merumuskan relevansi maknanya dalam realitas kontemporer melalui pendekatan ma'na cum maghza yang dipopulerkan oleh Sahiron Syamsuddin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), yaitu penelitian yang datanya dihimpun dari kitab-kitab tafsir, kamus bahasa Asab, kitab hadis, serta literatur pendukung lainnya yang relevan dengan pembahasan fāhisyah, guna memperkaya khazanah penafsiran Al-Qur'an, khususnya dalam merekonstruksi makna fahisyah agar tetap relevan dengan persoalan penyimpangan seksual kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (ma‘nā al-tārīkhī) fāhisyah dalam Q.S. al-A‘rāf ayat 80 adalah perbuatan yang sangat keji, buruk, dan melampaui batas moral, yang secara khusus merujuk pada perbuatan liwāṭ yang dilakukan kaum Nabi Lūṭ; pesan utama (al-maghzā al-tārīkhī) ayat ini adalah peringatan agar manusia menjauhi perbuatan keji, menjaga batas-batas moral yang ditetapkan Allah, serta tidak menolak nasihat para rasul, sebagaimana sikap kaum Nabi Lūṭ yang mempertahankan perbuatannya hingga berujung kehancuran; dan signifikansi fenomenal dinamis (al-maghzā al-mutaḥarrik al-mu‘āṣir) menunjukkan bahwa pesan ayat ini dapat diterapkan pada konteks kekinian dengan menolak dan mencegah praktik liwāṭ serta upaya normalisasinya melalui pendidikan agama, pembinaan moral, dan pendampingan, tanpa melakukan kekerasan atau diskriminasi terhadap individu.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Fāhisyah, Ma' na Cum Maghza, Kisah Nabi Luth, Q.S. Al-A'raf: |
| Subjects: | Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Ilmu Tafsir Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 26 Oct 2026 07:10 |
| Last Modified: | 26 Oct 2026 07:10 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/35112 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
